SBY: Kunjungan ke Cina untuk Mencari Peluang

SBY: Kunjungan ke Cina untuk Mencari Peluang

- detikNews
Jumat, 27 Okt 2006 12:08 WIB
Manila - Presiden SBY melawat ke Cina selama lima hari. Untuk apa? Menurut SBY, lawatannya ke Cina sebagai upaya mencari berbagai peluang untuk kepentingan nasional. "Setiap kunjungan ke luar negeri, kita pasti punya sasaran dan tujuan, yaitu untuk mendapatkan peluang, yang berkaitan dengan kepentingan nasional," kata SBY saat memberikan keterangan pers di atas pesawat Garuda Boeing 737-400 dalam perjalanan Jakarta-Manila, Jumat (27/10/2006). Di era globalisasi ini, kata SBY, banyak tantangan dan peluang yang bisa berdampak pada kebaikan dan juga keburukan. "Karena itu, kita harus cerdas dalam menangkap peluang itu, dengan mengambil yang baik-baik dan mencegah hal-hal yang tidak baik," ujar dia. Kunjungan ke Cina kali ini, kata dia, memiliki agenda mempererat hubungan bilateral, multilateral, dan regional. "Dalam hubungan bilateral dengan Cina, kita harus mendapatkan sesuatu dari kebangkitan Cina, terutama dari aspek ekonomi," kata SBY seperti dilaporkan reporter detikcom Arifin Asydhad, yang menyertai kunjungan SBY. Salah satu bidang kerja sama yang akan diseriusi Indonesia adalah investasi di bidang energi. Dalam hal ini, SBY telah mendapatkan komitmen dari pemerintah RRC saat kunjungannya ke Beijing setahun lalu. "Komitmen ini harus kita realisasikan," tegas dia. Selain mencari peluang bisnis dan investasi dalam bidang energi, SBY juga menjelaskan bahwa kunjungannya ke Cina untuk melihat dari dekat pengelolaan sampah yang dimanfaatkan sebagai energi alternatif. "Kita memiliki kasus sampah, seperti di Bandung dan Jakarta. Kita harus bisa membandingkan dengan negara lain, bagaimana untuk menangani hal itu dengan teknologi yang tepat dan ramah lingkungan," kata dia. Karena itu, SBY mengajak lembaga-lembaga pemerhati lingkungan, termasuk Walhi dan juga Kementerian Lingkungan Hidup untuk melihat kota Shanghai yang telah memanfaatkan sampah sebagai sumber energi. "Dengan kunjungan ini, semoga kita terinspirasi dengan cara-cara penanganan sampah yang bagus," ujar dia. Selain ke Shanghai, SBY juga akan mengunjungi Kota Guilin. Kota ini dikenal sebagai kota yang sukses dalam bisnis pariwisatanya. SBY akan melihat penanganan pariwisata di kota ini. Sebab bisnis pariwisata di Indonesia selama ini masih belum seperti yang diharapkan. "Dari berbagai indikator ekonomi, hanya pariwisata yang masih jauh dari target. Mungkin, masih banyak masalah. Karena itu, saya mengajak para pengusaha pariwisata untuk melihat Guilin ini," ajak dia. Hingga pukul 12.50 Waktu Manila, SBY masih bertemu dengan Menlu Filipina Alberto G Romulo di ruang VIP Bandara Ninoy Aquino, Manila. SBY dan rombongan transit di Bandara Manila sekitar 1 jam untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Shanghai. (asy/umi)


Berita Terkait