PM Sri Lanka Berguru pada SBY Soal Gerakan Separatis
Kamis, 26 Okt 2006 17:01 WIB
Jakarta - Indonesia dianggap sukses menangani gerakan separatis, dalam hal ini GAM. Prestasi ini mendorong PM Sri Lanka Ratnasiri Wickremanayake berguru pada Presiden SBY. Maklum, PM Ratnasiri juga direpotkan oleh kelompok separatis Macan Tamil.PM Ratnasiri tiba di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, sekitar pukul 15.00 WIB, Kamis (26/10/2006). Pria berjas biru donker itu disambut SBY, Menlu Hassan Wirajuda serta Menko Polhukam Widodo AS. Pertemuan berlangsung sekitar satu jam. "Pemerintah Indonesia pernah mempunyai pengalaman mengenai gerakan separatis di Aceh. Karena itu pemerintah Sri Lanka ingin bertukar pengalaman bagaimana Indonesia menghadapi gerakan separatis di Aceh," kata Menlu Hassan Wirajuda pada wartawan usai pertemuan.Menlu juga menjelaskan, akan diadakan pertemuan perundingan perdamaian antara pemerintah Sri Lanka dengan Macan Tamil di Jenewa, Swiss. Pertemuan yang berlangsung 29-30 Oktober itu dimediasi oleh Norwegia, AS, dan Uni Eropa."Sementara posisi pemerintah Indonesia tidak ikut secara langsung,namun pemerintah Sri Lanka mengharapkan Indonesia bisa bertukar pengalaman dalam menangani kasus gerakan separatis seperti di Aceh," ujar Hassan."Indonesia juga menyampaikan usulan solusi perdamaian pemerintah Sri Lanka dan Macan Tamil melalui proses dialog dan sikap yang damai," demikian Hassan.
(nrl/nrl)











































