Open House Hanya Untuk Cari Popularitas
Selasa, 24 Okt 2006 21:34 WIB
Jakarta - Demam open house yang melanda banyak pejabat negara saat ini hanya merupakan upaya mencari popularitas. Alasan untuk membuka ruang dialog dengan publik tidak masuk akal."Kegiatan itu lebih kepada popularitas. Lebih menonjol pada image building," papar pakar komunikasi Universitas Airlangga, Henry Subiakto, ketika dihubungi detikcom, Selasa (24/10/2006). Menurut Henry, kegiatan open house tidak efektif bila dimaksudkan untuk membangun komunikasi antara pejabat dan warga masyarakat. Selain momennya tahunan, aspirasi warga juga dapat dipantau lewat media massa setiap hari. "Efektifitas open house tidak mungkin secara luas. Sebab yang dituju adalah hanya kesan baik kepada publik. Mekanisme masukan ke publik dapat dilihat dari kritik dan opini setiap hari di media massa," ujar ketua program Pasca Sarjana Komunikasi Unair ini. Para pejabat di beberapa negara yang mempunyai keterbukaan pelayanan publik, tidak pernah menggelar open house. Sebab, interaksi pejabat dan warga sudah menjadi bagian sistem tak terpisahkan. "Di negara maju, tidak ada itu yang namanya open house tahunan. Setiap saat hal itu ada. Di sana mekanisme masukan publik sudah berjalan efektif," ujarnya.
(djo/djo)











































