Salat Id dan Makan Ketupat Plastik di Kongo
Selasa, 24 Okt 2006 18:18 WIB
Jakarta - Jauh dari tanah air, bukan menjadi halangan untuk tetap merayakan 1 Syawal 1427 Hijriah. Termasuk, melaksanakan salat Idul Fitri dan makan ketupat.Seperti yang dialami Satgas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XX-D yang tengah melaksanakan tugas perdamaian di bawah misi United Nations Organisation Mission in Demokratic Republic of Congo (Monuc). Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan, para prajurit bahu membahu menyiapkan berbagai perlengkapan untuk melaksanakan salat Id. Tidak lupa, membuat masakan khas lebaran di Indonesia seperti ketupat dan opor ayam. Namun karena daerah Kongo, khususnya di Bunia tidak ada yang menjual janur, ketupat akhirnya dibuat dari bungkusan plastik. Tak ada rotan, akar pun jadi.Salat Id dilaksanakan pada Senin (23/10/2006) waktu setempat di masjid Al Jihad yang berada di kompleks Base Camp di Ndoromo, Bunia. Bertindak sebagai imam, Kopral Kepala Martono dan Khotob Sertu Adit Suherman.Dalam khotbahnya, Sertu Adit mengajak para prajurit TNI di sana senantiasa meningkatkan takwa kepada Allah SWT. Hanya dengan bekal takwa kepada Allah semua orang akan memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat."Semoga pula dengan hari raya Idul Fitri ini kita semua benar-benar dalam kondisi kefitrian yang suci," kata Sertu Adit seperti dimuat dalam siaran pers Mabes TNI yang diterima detikcom, Selasa (24/10/2006).Dalam sambutan pidato halal bihalal, Komandan Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-D, Mayor CZI Jamallulael, mengatakan jauh dari keluarga dan kampung halaman tidak mengurangi hikmah perayaan. Sebaliknya, hal ini harus dijadikan momentum untuk meningkatkan pengabdian. Siap!
(djo/djo)











































