Pembakaran Gereja di Poso Libatkan 20 Motor & Bom Molotov

Pembakaran Gereja di Poso Libatkan 20 Motor & Bom Molotov

- detikNews
Selasa, 24 Okt 2006 16:37 WIB
Poso - Poso, Sulteng terus-menerus dipancing berkonflik. Tergres adalah pembakaran satu gereja. Polisi menyebutkan aksi itu melibatkan 20 sepeda motor, bom molotov, bahkan bom besar.Gereja Eklesia yang bernaung di bawah Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) di Jalan Pulau Seram, Kelurahan Gebang Rejo, Poso, Sulteng dibakar pada Selasa 24 Oktober 2006 dinihari sekitar pukul 00.15 WIB. Tidak ada korban jiwa.Berikut wawancara Kapolres Poso AKBP Rudi Sufariadi di Poso saat dihubungi detikcom, Selasa (24/10/2006):Ada tembakan juga selain pembakaran gereja?Iya ada suara. Mereka itu pakai sepeda motor sambil menembak juga.Berapa banyak?Ada banyak yah, sekitar 20 sepeda motor.Lebaran kok nggak ada pengamanan?Ada. Tapi pas waktu kita nggak ada di satu lokasi, kita sedang pengamanan di tempat lain, kemudian gereja itu diserang. Kita nggak nyangka, kan nggak ada urusannya dengan gereja. Tapi itulah teroris. Mereka sudah siapkan bom molotov. Mereka juga sudah siapkan bom-bom besar.Siapa pelakunya?Pasti mirip-miriplah, kelompoknya itu-itu saja kok.Polisi tahu ada insiden itu kapan?Sudah ada api baru kita tahu. Tapi nggak ada korban jiwa.Ada kaitan dengan baku tembak warga dengan polisi dan Brimob 2 hari sebelumnya?Kita masih kembangkan. Kita berhati-hati dalam menangkap. Karena opini sekarang itu dibalik-balikkan. Siapa yang menyerang, kita yang dituduh.Mereka kelompok teroris?Mereka itu kelompok orang bersenjata. Ada senjata otomatis, ada rakitan, dan ada manual. Dari suaranya sudah kedengaran jenis senjatanya.Pada Minggu 22 Oktober terjadi baku tembak antara warga dengan polisi dan Brimob yang sedang melakukan razia di Kelurahan Gebang Rejo, Poso, Sulteng. 1 Warga tewas serta 2 warga dan 1 polisi terluka. Polisi membantah kabar pihaknya menyerbu pesantren di kawasan tersebut dan mengklaim wargalah yang menyerang aparat dengan batu, bom rakitan dan senjata api.SaksiSementara Kabid Humas Polda Sulteng AKBP M Kilat di Palu menuturkan hal serupa. Berikut petikan wawancaranya:Benar ada letusan saat pembakaran gereja?Ya, memang ada saksi yang bilang mendengar adanya letusan.Loh memang polisi nggak jaga?Sudah ada Brimob yang jaga, tapi mobile.Saksi yang diperiksa?Sudah ada, tapi belum bisa diberitahukan jumlahnya karena masih berkembang terus.Kondisi gereja?Gereja dibakar di bagian belakang. (sss/sss)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads