Kapolri: Pembakar Gereja di Poso Pemain Lama
Selasa, 24 Okt 2006 10:25 WIB
Jakarta - Pembakaran Gereja Eklesia di Poso, Sulteng tepat di hari Lebaran dinilai untuk memancing kemarahan dan adu domba. Pelakunya pun merupakan pemain lama."Dalam penyelidikan sudah mulai mengarah kepada pelakunya, tapi belum bisa saya sampaikan saat ini, kami sudah deteksi, pelaku lama," ujar Kapolri Jenderal Pol Sutanto usai salat Id di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Selasa (24/10/2006).Dari laporan yang terakhir yang diterima Kapolri, kondisi di Poso saat ini kondusif. "Kita harapkan seterusnya demikian. Kita harapkan juga masyarakat bisa menjaga situasi ini ke depan," ujarnya.Diakui Kapolri memang sering terjadi aksi teror di Poso. "Tapi tidak ada lagi konflik, melainkan aksi teror. Kita tetap tangani secara hukum," katanya.Sementara Kepala Divisi Humas Mabes Pol Irjen Pol Paulus Purwoko belum mengetahui benar kejadian pembakaran gereja di Poso."Perlu saya telusuri adanya upaya menyebarkan desas-desus dari pihak tertentu untuk memancing kemarahan kelompok tertentu," sebut Paulus melalui SMS.Diakuinya memang akhir-akhir ini sering ada SMS yang menyebarkan berita bohong untuk mengadu domba. "Termasuk adanya kabar serangan kelompok nasrani ke pesantren yang ternyata bohong belaka. Tujuannya untuk memancing umat Islam marah," ucapnya.Gereja Eklesia yang bernaung di bawah Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) di Jalan Pulau Seram, Kelurahan Gebang Rejo, Poso, Sulteng dibakar Selasa 24 Oktober dinihari sekitar pukul 00.15 WIB. Tidak ada korban jiwa.Sebelumnya pada Minggu 22 Oktober terjadi bentrokan antara warga dengan polisi dan Brimob yang sedang melakukan razia di kawasan yang sama yakni Kelurahan Gebang Rejo.Terjadi baku tembak dalam bentrokan tersebut sehingga 1 warga tewas serta 2 warga dan 1 polisi terluka. Polisi membantah kabar pihaknya menyerbu pesantren di kawasan tersebut dan mengklaim wargalah yang menyerang aparat dengan batu, bom rakitan dan senjata api.
(sss/sss)











































