Gara-gara Busway, Tradisi Bedug di Jl Tambak Kurang Meriah

Gara-gara Busway, Tradisi Bedug di Jl Tambak Kurang Meriah

- detikNews
Senin, 23 Okt 2006 19:46 WIB
Jakarta - Sudah menjadi kebiasaan warga Jl Tambak, Manggarai, Jakarta Pusat, memukul bedug beramai-ramai pada malam takbiran. Tapi gara-gara jalus busway, kini mereka tidak leluasa lagi.Biasanya di setiap ujung gang di sepanjang Jl Tambak selalu didirikan satu buah panggung kecil. Di atas panggung itu diletakan sebuah bedug yang dibuat dari drum dan kulit kambing. Bedug tersebut akan ditabuh setelah azan Magrib berkumandang hingga menjelang pagi.Namun saat ini warga setempat agaknya tidak bisa leluasa lagi menggelar tradisi tersebut. Sebab jalur busway yang tengah dibangun di Jl Tambak mempersempit lahan yang ada. Warga khawatir kegiatan 'parade' bedug akan mengganggu arus lalulintas.Sebenarnya banyak warga menyesalkan kondisi ini, Maklum, tradisi memukul bedug ini sudah berlangsung puluhan tahun. Jika pada biasanya paling sedikit ada 10 bedug, kini jumlahnya jauh berkurang."Ini karena ada jalur busway. Jadi warga tidak mendirikan panggungbedug. Ya cuma segini aja'," kata Rahmat(32) warga Jl Tambak saat ditemui detikcom di ujung salah satu gang, Senin (23/10/2006).Menurut pantauan detikcom, panggung bedug yang didirikan warga jumlahnya tidak lebih dari 5 buah. Panggung-panggung berukuran 2,2 meter itu bertuliskan 'Selamat Hari Raya Idul Fitri 1427 H'. Panggung-panggung tersebut mulai didirikan sejal 2 hari lalu dengan dana swadaya."Sebenarnya ini sudah tradisi puluhan tahun. Tapi mau gimana lagi," ungkap Rachmat dengan nada penuh penyesalan. (djo/djo)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait