Polda Bantah Serang Pesantren, Insiden Poso Tak Terkait Agama
Senin, 23 Okt 2006 13:35 WIB
Palu - Beredar kabar ada penyerangan terhadap pesantren sehingga memicu bentrokan bersenjata antara aparat keamanan dengan warga kelurahan Gebang Rejo, Poso, Sulteng. Polda Sulteng langsung membantahnya."Saya mau meluruskan. Ini sama sekali bukan soal agama. Ini hanyalah kepentingan kelompok-kelompok tertentu saja," tegas Kadiv Humas Polda Sulteng AKBP M Kilat di Palu saat dihubungi detikcom, Senin (23/10/2006).Diakui dia, di sekitar lokasi bentrokan memang terdapat pesantren. Namun lokasi pesantren itu tidak berdekatan dengan tempat terjadinya bentrokan bersenjata."Terjadi baku tembaknya di depan Pospolmas, memang dalam Kelurahan Gebang Rejo ada Pesantren Amanah, tapi agak jauhlah," jelasnya.Oleh karena itu ia menyesalkan beredarnya kabar yang menyatakan bahwa aparat telah melakukan penyerangan terhadap pesantren."Tidak ada itu. Makanya saya juga akan segera mengklarifikasi ini, supaya tidak berlarut-larut," pungkasnya.Sebelumnya Ketua Umum Muhammadiyah menyebut bentrokan di Poso pada Minggu 22 Oktober malam sebagai penyerangan terhadap pesantren untuk mengacaukan suasana Idul Fitri dengan cara mengadu domba umat Islam dan Kristiani.1 Warga tewas serta 2 warga dan 1 polisi terluka dalam bentrokan yang melibatkan senjata api, bom rakitan, dan batu itu. 6 Warga diamankan di Polda Sulteng.
(krs/sss)











































