Kisah Edy Soal Penyanderaan
Senin, 23 Okt 2006 11:21 WIB
Tangerang - Ucapan syukur tak henti-hentinya meluncur dari Edy Purwono (51). Kegembiraan itu membuatnya enggan bertutur panjang mengenai kisah penyanderaannya di Nigeria. Namun baginya tidak ada masalah dengan para penyandera. Bagaimana kisahnya?Singkat saja cerita penyanderaan yang diberikan Edy saat dijumpai wartawan setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, Senin (23/10/2006).Edy yang bekerja sebagai pilot di Bristow Helicopter, Inggris yang ditugaskan di sebuah perusahaan minyak di Nigeria ini diculik kelompok bersenjata di dekat perusahaan minyak di Eket, negara bagian Rivers, Nigeria pada 3 Oktober 2006. Pria 3 anak ini diculik beserta 6 WNA asal Malaysia, Inggris, dan Rumania.Berikut wawancara dengan Edy:Bagaimana perasaannya sekarang?Saya senang sekali. Saya bersyukur kepada Allah atas kepulangan saya.Bagaimana bantuan dari Deplu?Dari keduataan sih cukup banyak membantu, terutama di Lagos (ibukota Nigeria) banyak sekali membantu.Kondisinya sekarang gimana?Saya oke saja, sehat, tidak ada masalah.Kronologi penyanderaan dan pembebasan?Jangan sekaranglah, next time yah.Perlakuan penyandera?Tidak masalah, saya baik-baik saja.Anda akan kembali ke Nigeria atau sudah kapok?(Edy tidak menjawab dan melangkah menuju mobil di halaman parkir).Keterlibatan Deplu?Kedutaan membantu saya, terutama di Nigeria. Saya berterimakasih kepada Pak Jazuli, terutama juga kepada Bristow.Ceritakan tentang penyanderaan?Saya diambil dari rumah, lalu dibawa dengan speed boat ke suatu tempat. Perjalanannya sekitar 8 jam. Saya di sana 19 hari, kemudian di-release. Ok yah, makasih.Edy mengunci pembicaraan dan kemudian masuk ke mobil. Belasan keluarganya mengikuti dia.Sementara staf Deplu, Riyadi yang mendampingi Edy menuturkan, Edy bertolak dari Nigeria pada Minggu malam 22 Oktober dari Lagos, Nigeria menuju London, Inggris lalu ke Singapura, barulah ke Jakarta."Saya tidak bisa kasih komentar banyak, biar jubir saja yang bicara," elak Riyadi. Sayang, Jubir Deplu Desra Percaya tidak kunjung mengangkat ponselnya saat dihubungi.
(sss/sss)











































