Orang Gila Ngamuk di Pintu KA Stasiun Tugu
Minggu, 22 Okt 2006 14:36 WIB
Yogyakarta -
Seorang laki-laki gila mengamuk di pintu lintasan kereta api (KA) Stasiun Tugu Yogyakarta. Setiap orang yang lewat maupun sopir becak yang mangkal di dekat tempat itu sering menjadi sasaran amuk orang gila tersebut.Peristiwa itu terjadi, Minggu (22/10/2006) pukul 12.00 WIB di sebelah selatan pintu KA Stasiun Tugu yang menghubungkan antara Jalan Mangkubumi dengan JalanMalioboro. Meski di sebelah pintu lintasan KA terdapat pos polisi untuk mengamankan lebaran, orang gila itu tetap mengamuk tanpa rasa takut. Setiap orang yang lewat atau berada di dekatnya selalu dipukul dengan menggunakan tangan maupun kayu. Sesekali orang gila tersebut melempari orang yang lewat dengan batu atau barang yang ada di dekatnya.Karena jengkel dengan ulah orang gila tersebut, puluhan sopir becak dan tukang ojek yang mangkal di dekat pintu KA nyaris mengeroyok dan memukulinya bersama-sama. Namun berkat kesigapan aparat polisi dan TNI yang ada di pos tersebut, massa berhasil ditenangkan. Massa diminta tidak main hakim sendiri,orang gila itu oleh polisi kemudian digiring ke arah timur pintu KA yang jauh dari keramaian.Aparat kemudian kemudian berhasil menenangkan dan mengangkut orang gila itu menggunakan mobil. Meski sempat melawan, petugas akhirnya bisa melumpuhknya danlangsung dibawa keluar dari tempat itu.Salah seorang saksi mata yang juga tukang ojek Stasiun Tugu, Maryono (50) kepada detikcom menuturkan orang gila tersebut sebenarnya sudah berhari-hari berada di tempat itu. Setiap hari selalu mengamuk dan mengancam akan memukuli orang lewat maupun sopir becak dan ojek yang berada di dekatnya. Pintu besikadang-kadang juga dipukuli dengan batu an kayu."Kemarin-kemarin memang kita biarkan, tapi karena kami terganggu dengan ulahnya, sehingga banyak sopir becak yang marah gantian mau mengeroyok," katanya.Akibat ulah orang gila tersebut katanya, banyak calon penumpang yang barusan turun di Stasiun Tugu yang takut lewat di tempat itu. Semua orang lari dan pilihmenjauh daripada kena pukulan atau umpatan orang gila yang tidak katahuan omongannya itu. Polisipun sebenanya sudah kewalahan menghadapinya, sedang massasudah jengkel dengan ulahnya."Kemarin dan hari ini kan pas ramai-ramainya orang mudik, kalau dia ngamuk terus kami yang repot tidak ada penumpang yang mau naik becak atau ojek," katadia.
(jon/jon)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































