Jalur Selatan Jawa Macet
Minggu, 22 Okt 2006 13:36 WIB
Kebumen - Arus mudik pada H-2 di jalur selatan di perbatasan wilayah Kabupaten Banyumas dan Kebumen macet. Kemacetan terjadi karena ada perlintasan kereta api (KA) dan pasar yang ada di pinggir jalur selatan. Ribuan pemudik dari arah barat (Jakarta dan Bandung) menuju ke arah timur Jawa Tengah dan DIY.Akibat kemacetan tersebut, arus mudik dari arah barat menuju ke timur menimbulkan antrean panjang hingga 3 kilometer. Perjalanan pemudik yang menggunakan mobil dan sepeda motor tersendat dan harus berjalan pelan-pelan. Ruas jalan selebar 15 meter dari dua arah penuh dengan kendaraan dengan dua jalur dari barat dan satu jalur dari timur.Kemacetan terjadi sejak Minggu pagi (22/10/2006) hingga siang pukul 12.00 WIB, antara lain di wilayah Tambak dan Sumpiuh Banyumas. Sedang di Kebumen kemacetan terjadi di depan Pasar Gombong, Pasar Karanganyar dan pintu lintasan KA Karanganyar. Kemacetan di tempat itu sempat menimbulkan antrean panjang kendaraan beberapa kilometer. Petugas pintu lintasan KA dan polisi tampak kewalahan mengatur arus lalu-lintas agar lancar. Di tempat sekitar pintu lintasan KA, polisi meminta agar mobil tidak saling mendahului.Di persimpangan daerah Buntu Banyumas kendaraan dari arah Wangon dan Purwokerto bertemu di tempat itu. Akibatnya saat kendaraan berjalan bareng ke arah timur menjadi tersendat karena jalan yang menyempit dan adanya pasar di pinggir jalan yakni di pasar Tambak dan Sumpiuh.Di pintu lintasan KA Sumpiuh yang berada di sebelah timur Pasar Sumpiuh serta pintu KA Karanganyar Kebumen juga terjadi kemacetan. Ini diakibatkan padatnya arus KA yang melintas. Frekuensi KA yang lewat setiap menit di jalur selatan dari arah Bandung dan Jakarta dengan gerbong yang panjang sekitar 10 rangkaian mengakibatkan antrean mobil bertambah panjang.Dalam kondisi normal, selama 24 jam sebanyak 48 KA yang melintas di jalur selatan. Namun saat lebaran ini sekitar 78 KA. Diperkirakan setiap 15 - 30 menit sekali KA melintas di jalur selatan."Dari Buntu hingga Kebumen harus menempuh 3 jam dengan mobil, padahal biasanya hanya 1-1,5 jam. Arus lalu-lintas juga padat di wilayah Wangon, Menganti dan simpang tiga Rawalo," kata Munawar salah seorang pemudik asal Bantul.
(jon/jon)











































