Lelahnya 12 Jam Menunggu Bus di Terminal Kampung Rambutan
Minggu, 22 Okt 2006 13:30 WIB
Jakarta - Wajah-wajah yang tampak lelah duduk berjajar di terminal Kampung Rambutan Jakarta Timur. Sesekali mereka mengusap peluh yang mengalir dan membasahi bibir yang kering. Maklum sudah 3 hingga 12 jam menunggu, bus tak datang juga."Saya sudah nunggu bus ke Tasikmalaya dari tadi pagi, busnya tidak ada juga. Malah ada yang udah nunggu 12 jam di sini," ujar seorang calon penumpang yang enggan disebutkan namanya di terminal Kampung Rambutan kepada detikcom, Minggu (22/10/2006).Hal yang sama juga dikeluhkan Nurdin (25). Dikatakan pemuda ini, dia telah menunggu bus selama 4 jam. "Waduh lama sekali busnya Mas, mana panas banget lagi, capek," katanya.Meski kata-kata keluhan meluncur, namun toh para calon penumpang itu tetap bertahan menunggu. Bisa dimaklumi, sebab mudik adalah saat yang ditunggu-tunggu sebagian orang."Bus jadi terlambat karena kemacetan di jalur-jalur pertemuan 2 arah atau ada penyempitan jalan. Jadi ada macet di Cipularang dan Nagrek, itu parah," kata Kepala Terminal Kampung Rambutan Cholil Effendi.Dijelaskan dia, akibat kemacetan tersebut, separuh dari sekitar 600-an bus yang setiap harinya diberangkatkan dari terminal Kampung Rambutan mengalami keterlambatan. Penumpukan penumpang pun tak dapat dihindari.Dari pantauan detikcom, banyak orang yang menunggu bus di pintu masuk terminal, agar mendapat bus atau kursi terlebih dahulu, sehingga bisa secepatnya berangkat ke tempat tujuan.Untuk mengatasi ketidakteraturan itu, Cholil mengatakan telah berkoordinasi dengan pengusaha angkutan bus agar tidak membuka pintu bagi penumpang yang tidak menunggu di dalam terminal."Ya kita antisipasi. Kita tekankan kepada pengurus operasional bus untuk menutup pintunya, tapi kadang penumpang susah juga," lanjutnya.Sementara itu, dari data di Posko Pengaduan YLKI yang setiap hatinya menerima 10 hingga 20 pengaduan mengatakan hampir semua mengeluhkan keterlambatan bus. "Rata-rata yang dikeluhkan pasti bus yang terlambat datang," kata Ivan, petugas posko.
(nvt/jon)











































