Minta THR, Nama Wartawan Harian Ibukota Dicatut Bodrek
Sabtu, 21 Okt 2006 17:13 WIB
Jakarta - Kebutuhan yang semakin banyak menjelang Lebaran rupanya mendesak orang untuk melakukan segala upaya. Dengan mencatut nama sejumlah wartawan harian ibukota, seorang wartawan bodrek menyebarkan SMS meminta 'zakat fitrah' kepada sejumlah pejabat termasuk Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshidiqie."Ass, Wr, Wb, selamat siang Pak Jimly. Kami dari rekan-rekan wartawan harian ibukota Rakyat Merdeka, Indopos, Radio Elshinta, Radio Trijaya, dan Radio Suara Metro. Bapak boleh bantu kami (zakat fitrah) untuk 5 orang wartawan. Hari ini saya Aldi dari Radio Suara Metro mewakili teman-teman. Bisa ketemu dimana Tks?" tulis wartawan bodrek tersebut dalam SMS kepada Ketua MK.Karuan saja SMS itu membuat wartawan RM tersebut berang. Selain Ketua MK, SMS tersebut dikirimkan ke Sekjen Dephan Sjafrie Syamsudin, Ketua KNPI Hasanudin Yusuf, dan sejumlah pejabat lain."Gila, nama gue dicatut. Pak Jimly nanya ke gue apa memang betul gue kirim sms seperti itu," ujar Aan (nama samaran), wartawan RM yang dicatut namanya kepada detikcom, Sabtu (21/10/2006).Ketika dicek, ternyata wartawan pengirim SMS yang bernama Aldi tidak tercatat sebagai wartawan di Radio Suara Metro."Gue cek ke kantornya, ternyata nggak ada yang namanya Aldi," tutur Aan.Upaya menjebak pun sempat dilakukan Aan dan sejumlah kawan-kawan yang dicatut namanya. Namun ketika ditunggu kedatangannya ke Kantor Dephan beberapa waktu lalu, wartawan tersebut tidak datang."Mungkin dia tahu kita mau jebak dia," kisah Aan.Demi menjaga nama baik dirinya dan rekan-rekannya, Aan kemudian mengklarifikasi hal tersebut melalui Harian RM tempatnya bekerja. Dia meminta pelaku segera menghentikan aksi ini."Bisa hancur hubungan baik yang selama ini gue bangun dengan narasumber," keluh Aan.
(bal/bal)











































