Tim Dokter Belum Tentukan Jadwal Operasi Kembar Siam di Solo
Sabtu, 21 Okt 2006 14:17 WIB
Solo -
Tim dokter di RS dr Moewardi, Solo, belum dapat menentukan kapan kembar dengan hati menyatu yang lahir di rumah sakit tersebut akan dipisahkan melalui operasi. Tim dokter masih melakukan kajian dan pantuan intensif terhadap kondisinya.Dokter yang menolong persalinan si kembar dr Wuryatno SpOG, mengatakan pengkajian dan pemantauan intensif itu diperlukan untuk mengetahui sejauhmana ada kelainan bawaan lain yang memungkinkan terjadi komplikasi jika dilakukan operasi.Sejauh ini, menurutnya, kelainan yang dapat terpantau hanyalah pada bagian perut dan pada bagian organ hati atau lever yang dempet atau menyatu. Kurangnya data perkembangan si kembar selama dalam kandungan juga menyebabkan tim dokter memerlukan mencari data medis lebih banyak terhadap keduanya.Seperti diberitakan sebelumnya pada bayi kembar dempet hati dilahirkan di RS dr Moewardi Solo pada hari Rabu lalu. Dua bayi laki-laki anak pasangan Ariyanto dan Eka Sri Handayani itu, telah diketahui akan lahir dalam kondisi dempet ketika diperiksa dr Wuryanto pada usia kehamilan 18 pekan.Mengetahui anaknya akan lahir dalam kondisi tidak normal, kedua orangtuanya yang terpukul dengan prediksi itu justru tidak semakin intensif memeriksakan atau mengontrolkan kondisi bayinya. Ariyanto justru tidak pernah membawa istrinya lagi ke dokter hingga pekan ke 39 kehamilan. Untuk mendapatkan hasil pantauan yang lebih baik, Sabtu (21/10/2006), kedua bayi itu dipindah ke ruang intensif di ruang PICU agar terisolisasi dan tidak berhubungan dengan orang luar .Selain pihak rumah sakit juga telah membetuk tim khusus pemantauan terhadap keduanya yang dipimpin oleh dr Iskandar SpA. Tim ini diberi tugas merekomendasikan, sesuai kondisi yang terpantau apakah kedua bayi dempet itu layak dipisahkan atau tidak.Hingga saat ini kedua bayi itu masih belum diberi nama oleh orangtuanya. Untuk memberi identitas, pihak rumah sakit membubuhi tulisan 'Eka 1' dan 'Eka 2' di gelang plastik yang dipasang di pergelangan kedua bayi. Identitas itu merujuk pada nama ibunya.
(mbr/bal)










































