Belum Dibayar, Kontraktor Siap Stop Pasokan Sirtu Ke Lapindo
Sabtu, 21 Okt 2006 05:41 WIB
Sidoarjo - Disaat kondisi tanggul-tanggul penahan lumpur mulai kritis dan membutuhkan pasokan pasir batu (Sirtu) cukup banyak, subkontraktor yang ditunjuk Lapindo Brantas Inc untuk menyediakan sirtu berniat menghentikan pasokannya. Pasalnya pihak Lapindo hingga saat ini belum membayar biaya sirtu tersebut. "Jika sampai minggu depan uang tersebut belum dibayarkan juga, kami akan menghentikan pasokan sirtu," kata salah seorang pekerja PT Wijaya Karya (WIKA), Suponco, kepada wartawan, Jumat (20/10/2006). Menurutnya, pemberian tenggang waktu satu minggu tersebut, karena pihak lapindo seharunya sudah mencairkan dana bagi para subkontraktor pada bulan September lalu. "Toleransi waktu tersebut sudah lebih dari cukup. Karena untuk biaya operasional sehari-hari kami harus mengeluarkan uang simpanan hasil dari bayaran bulan sebelumnya," tambahnya. Penguatan tanggul dalam seharinya dibutuhkan sirtu sebanyak 20 ribu hingga 30 ribu m3. Untuk itu pihak lapindo dan timnas telah menyerahkan sepenuhnya kepada tiga kontraktor, antara lain PT Adhi Karya, PT Wijaya Karya dan PT Brantas Adipraya. Ketiga kontraktor tersebut telah diserahi pihak lapindo sebagai penanggung jawab pelaksana di lapangan sekaligus bertindak sebagai rekanan kerja lapindo untuk menggandeng pemasok sirtu sebagai subkontraktor. Hal senada juga diungkapkan oleh dua kontraktor lainnya mengenai adanya keterlambatan pembayaran sirtu oleh pihak lapindo. "Teman-teman sepakat jika dalam minggu ini tidak ada pembayaran, maka kami akan menghentikan kiriman sirtu," imbuh salah seorang pekerja PT Adhi Karya yang enggan disebut namanya.
(bdh/wiq)











































