Reshuffle Kabinet Tak Jamin Perbaikan
Sabtu, 21 Okt 2006 01:14 WIB
Jakarta - Reshuffle kabinet belum menjamin perbaikan positif. Namun reshuffle perlu dilakukan apabila memang ada titik yang perlu diperbaiki. Demikian ungkap Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin sebelum acara silaturahmi dan buka puasa di Sekretariat Alumni GMNI, Jl Cikini Raya, Jakarta, Jumat (20/10/2006)."Yang paling penting nanti jangan penampilan di media saja tapi kinerjanya riil," kata Din.Dia menambahkan bahwa memang ada sektor-sektor yang perlu diperbaiki, khususnya sektor yang dekat dengan SBY. "Perlu direformasi sektor seperti sekretaris kabinet. Saya kira menjadi kendala dalam komunikasi politik istana dan rakyat," tambahnya.Selain itu, Din juga berpesan agar pemerintah jangan sampai kehilangan sense of crisis karena dia khawatir kesejahteraan tidak akan terwujud. Sementara itu Ketua Presidium Persatuan Alumni GMNI Palar Batubara juga menambahkan bahwa apabila SBY memilih melakukan reshuffle kabinet maka haruslahdipilih orang-orang dari kalangan yang profesional. "Perlu orang yang bisa dukung presiden secara full, dan bisa menjadi jembatan presiden ke parlemen," imbuhnya. Oleh karena itu dia menilai, presiden tidak perlu melakukan bargaining politik dengan partai-partai politik. Hal itu dikarenakan SBY adalah pemegang mandat langsung rakyat melalui proses pemilihan yang sah.
(krs/wiq)











































