Marino Tewas di Tangan Anggota Brimob
Jumat, 20 Okt 2006 17:15 WIB
Solo - Marino, seorang petani di Sukoharjo, ditembak hingga meninggal oleh anggota Brimob Polri Kompi Grogol, Sukoharjo, yang sedang melakukan patroli. Diduga Marino adalah korban salah tembak. Kasus tersebut saat ini sudah ditangani oleh Polda Jateng. Menurut keterangan sejumlah saksi mata, peristiwa terjadi pada Jumat (20/10/2006) pukul 02.00 dinihari. Saat itu Marino, warga Combongan, Sukoharjo, sedang pulang dari memberi oncoran air di sawahnya. Pada saat yang sama ada tiga anggota Brimob Polri Kompi Grogol yang diperbantukan ke Reskrim Polres Sukoharjo, sedang mengejar sejumlah pelaku judi yang berhasil lolos saat digerebek di sebuah tempat tidak jauh dari rumah Marino. Kakak kandung Marino, Sarman, menuturkan, dinihari itu dia terbangun karena mendengar kegaduhan di halaman rumahnya. Dia hapal dengan suara adiknya yang minta tolong. Setalah keluar rumah, dia menyaksikan adiknya yang berusia 35 tahun itu sedang berusaha melepaskan diri dari sergapan tiga orang berseragam. Sarman mengatakan salah satu dari tiga penangkap adiknya itu mengaku polisi dan tak lama kemudian orang itu melepaskan tembakan dengan ujung pistol mengarah ke udara. Namun tak lama setelah itu, Sarman menyaksikan polisi tersebut mengarahkan mulut pistol ke arah adiknya dan terdengar letusan kedua. Marino roboh setelah sebuah timah panas menembus perutnya. Korban segera dilarikan ke RS dr Oen, Solo Baru, namun jiwanya sudah tak tertolong lagi. Jenazahnya segera dibawa ke RS dr Moewardi, Solo, untuk diotopsi guna mencari kepastian penyebab kematian. Marino meninggalkan seorang istri, Riyanti, dan tiga orang anak Faizah, Cholid dan Adzam. Riyanti yakin, polisi salah menangkap dan menembak karena suaminya yang taat beribadah itu tidak pernah berjudi. Dia juga mengetahui bahwa malam hingga dinihari itu suaminya pergi ke sawah untuk mengatur irigasi air. Kapolwil Surakarta Kombes (Pol) Yotje Mende membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dia mengakui peristiwa itu sebagai kesalahan dan kelalaian anggota Brimob bernama Brigadir Sutrisno yang saat itu bersama tiga orang rekan lainnya sedang melakukan pengejaran pelaku perjudian. Tersangka saat ini sudah diamankan di Mapolwil, sedangka tiga anggota lainnya juga masih dimintai ketarangan oleh atasan yang berhak menghukum (ankum) dari Polres Sukoharjo, Polwil Surakarta dan Sat Brimob Polda Jateng. Menurut Yotje, sesuai keterangan pelaku dan tiga anggota Brimob lainnya, saat kejadian keempat polisi itu sedang menanyai Widodo, seorang warga yang diduga ikut dalam perjudian. Namun dari belakang Marino menyergap Sutrisno dengan meneriaki sebagai maling. Antara tersangka dengan korban bahkan sempat berebut senjata hingga akhirnya terjadi penembakan dari jarak yang sangat dekat itu.
(mbr/nrl)











































