Pemudik di Pelabuhan Tanjung Priok Keluhkan Preman Kasur

Pemudik di Pelabuhan Tanjung Priok Keluhkan Preman Kasur

- detikNews
Jumat, 20 Okt 2006 13:13 WIB
Jakarta - Ribuan pemudik memadati ruang tunggu di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada Jumat 20 Oktober ini.Selain memadati ruang tunggu, Jumat (20/10/2006), calon pemudik juga tampak bergerombol di luar pintu terminal sambil menunggu kapal yang akan membawa mereka menuju daerahnya masing-masing.Sekitar pukul 10.00 WIB, di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok setidaknya sudah diberangkatkan 2.502 penumpang dengan KM Kelud tujuan Belawan dan Batam.Sementara pada pukul 14.00 WIB akan berangkat KM Sirimau tujuan Makassar melewati pelabuhan Surabaya. Kapal lainnya yang akan diberangkatkan adalah KM Dobonsolo yang akan berangkat menuju Batam, KM Dorolondo akan berangkat ke Surabaya, dan kapal Titian akan menuju Pontianak.Para pemudik ini kebanyakan mengeluhkan praktek sewa kasur yang dilakukan oleh para preman. Padahal kasur-kasur itu merupakan hak para penumpang kelas ekonomi.Kekesalan ini disampaikan Muhaiman (49) yang akan mudik ke Medan. Dia menyebutkan pada tahun-tahun sebelumnya biasa terjadi praktek sewa-menyewa kasur oleh oknum preman. Mereka biasa beroperasi dengan mengumpulkan kasur-kasur yang menjadi jatah penumpang ekonomi lalu menyewakannya Rp 50 ribu."Karena perjalanan dari sini sehari semalam, terpaksa saya menyewa itu," keluh Muhaiman yang tengah menunggu KM Dobonsolo.Muhaiman berharap petugas keamanan dan anak buah kapal (ABK) bertindak tegas kepada para preman itu. "Kasur-kasur itu jatah kami, tapi mengapa kok disewakan," tandas dia yang didampingi 6 anggota keluarganya.Menurut Asisten Manajer Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok Cholid Fathoni, untuk mengantisipasi banyaknya penumpang tujuan Belawan, Medan dan Batam, pihaknya telah mengalokasikan kapal sepenuhnya untuk penumpang, karena pada hari biasa banyak digunakan untuk mengangkut barang."Untuk keamanan, kami telah bekerjasama dengan kepolisian dan aparat pengamanan pelabuhan untuk menindak para preman kasur itu," katanya. (san/sss)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait