Aussie Mundur dari Irak, Rekrutmen Teroris di RI Meningkat

Aussie Mundur dari Irak, Rekrutmen Teroris di RI Meningkat

- detikNews
Jumat, 20 Okt 2006 11:41 WIB
Canberra - Perdana Menteri (PM) Australia John Howard bersikeras mempertahankan keberadaan pasukannya di Irak. Menurutnya, penarikan pasukan Australia dari Irak akan meningkatkan rekrutmen teroris di Indonesia.Ditegaskan Howard, penarikan pasukan akan memberikan "kemenangan besar propaganda bagi para teroris" termasuk kelompok Jamaah Islamiyah (JI) yang dituding berada di balik serangan bom Bali I dan II."Mereka akan menggunakan penarikan pasukan kita sebagai dasar rekrutmen," ujar Howard. "Mereka akan pergi sampai ke Indonesia dan berkata: 'Kami mengalahkan koalisi, termasuk Australia di Irak'. Itulah alasan untuk masuk Jamaah Islamiyah," imbuh Howard.Keputusan Howard untuk tetap mempertahankan pasukan Australia di Irak mengundang kecaman dari berbagai pihak. Menurut mantan diplomat dan kepala Departemen Urusan Luar Negeri Australia, Richard Woolcott, Irak telah menjadi kesalahan tragis kebijakan keamanan dan luar negeri. Dan kini AS, Inggris dan Australia terjebak dalam dilema yang mereka bikin sendiri.Mundur tergesa-gesa bisa menyebabkan kekacauan yang lebih hebat di Irak," ujar Woolcott. "Namun berusaha bertahan dan menyelesaikan pekerjaan hanya akan meneruskan pertumpahan darah, mendorong teroris dan para jihad termasuk di wilayah kita sendiri," tandasnya.Bahkan menurut Woolcott, Australia munafik karena kontribusinya pada Irak "minimal dan pada dasarnya simbolis semata." (ita/nrl)


Berita Terkait