Jelang Lebaran, Warga Pekanbaru Dikepung Asap
Jumat, 20 Okt 2006 11:21 WIB
Pekanbaru - Menjelang lebaran, warga kota Pekanbaru tetap saja dikepung asap tebal. Kondisi asap hari ini lebih parah dibandikan hari kemarin. Jarak pandang terbatas maksimal 1.000 meter. Walau demikian, sebagian warga tetap enggan menggunakan masker.Pantauan detikcom, Jumat, (20/10/2006) suasana kota tampak mendung, tidak terlihat sinar Matahari. Kabut asap pekat menyelimuti warga Pekanbaru. Banyak kendaraan roda dua menyalakan lampu. Asap tebal yang menyesakkan dada ini menunjukkan aktivitas pembakaran lahan dan hutan masih terjadi di Riau atau Sumatera pada umumnya. Warga pun banyak mengeluh akibat kabut asap yang tak kunjung hilang dari Riau. Apalagi hari lebaran semakin dekat, warga tentunya menginginkan menjelang lebaran ini asap tidak ada lagi. "Sejak asap mengepung Pekanbaru, saya tidak berani lagi membawa anak-anak keluar rumah. Sepekan yang lalu dua anak saya yang masih duduk di SD mengalami sakit demam dan batuk-batuk. Saya yakin ini gara-gara asap. Kalau bisa lebaran, nanti jangan ada asap, nanti anak-anak kita tak bisa bermain," kata Nurhasanah (34), warga Jl Karyawan, Panam, Pekanbaru. Hal senada juga diungkapkan Edi Fahmi (46), seorang warga Pekanbaru. Dia mengaku setiap asap tebal menyelimuti Riau, dirinya merasa pusing-pusing dan badan lesu. Bapak empat orang anak ini meyakini semua itu akibat asap dari pembakaran lahan."Kalau sudah musim kebakaran hutan ini, saya jadi mikir kalau beraktivitas di luar rumah. Soalnya kalau lagi musim asap, kepala saya ini suka pusing, badan juga lemas-lemas. Heran yak kok bisa saban tahun pemerintah memberi asap kepada masyarakatnya," kata Edi. Walau kabut asap tebal kini menyelimuti Pekanbaru, namun hal itu belum mengganggu aktivitas jadwal penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Menurut Umar Fajri, staf Bandara kepada detikcom mengatakan, bahwa hari ini jarak pandang di bawah normal. Maksimal jarak pandang hanya 1.000 meter. Padahal normalnya jarak pandang untuk penerbangan minimal harus 1.200 meter. "Hari ini jarak pandang maksimal hanya 1.000 meter. Namun aktivitas di Bandara masih berjalan normal. Jadwal penerbangan pagi sejak pukul 6.30 WIB, hingga pukul 09.00 masih berjalan normal tanpa ada gangguan," kata Fajri.
(cha/asy)











































