Terpidana Mati Bunuh Diri Beberapa Jam Sebelum Eksekusi
Jumat, 20 Okt 2006 09:48 WIB
Texas - Seorang tahanan yang akan dihukum mati ditemukan sudah tak bernyawa di selnya. Pria AS berusia 29 tahun itu tewas bunuh diri beberapa jam sebelum dirinya akan dieksekusi atas pembunuhan tahun 1995.Michael Johnson ditemukan tewas bersimbah darah pada Kamis 19 Oktober pukul 14.45 waktu setempat. Terpidana mati itu meninggalkan pesan yang ditulis dengan darahnya sendiri.Demikian disampaikan juru bicara penjara Texas Michelle Lyons seperti dilansir harian Sydney Morning Herald, Jumat (20/10/2006).Johnson bunuh diri dengan menggunakan mata pisau logam. Dia mengiris lehernya dan pembuluh nadi di tangan kanannya. Pesan yang ditulis dengan darah ditemukan di tembok sel Johnson. Menurut sumber di penjara Texas, pesan itu berbunyi: "Saya tidak melakukannya."Bunuh diri ini terjadi di tengah pengawasan ketat terhadap para terpidana yang akan dihukum mati. Bahkan para penjaga penjara setiap 15 menit pasti memeriksa para tahanan yang akan dieksekusi.Rencananya Johnson akan dieksekusi pada pukul 18.00 Kamis 19 Oktober waktu setempat. Pria itu divonis mati atas penembakan yang mengakibatkan tewasnya Jeff Wetterman, seorang pria berusia 27 tahun, saat perampokan toko di Kota Lorena, Texas, pada 10 September 1995.Johnson membantah dirinya menembak Watterman dan menuding temannya, David Vest, sebagai pelaku penembakan. Vest dihukum delapan tahun penjara dan sekarang telah bebas.Texas memimpin AS dalam pelaksaan hukuman mati dengan total 376 eksekusi sejak tahun 1982. Johnson tadinya akan menjadi tahanan ke-22 yang dihukum mati tahun ini di negara bagian tersebut. Saat ini ada 390 orang yang tengah menanti hukuman mati di Texas.
(ita/nrl)











































