Ribuan Jamaah Semuti Masjid At-Tin untuk Itikaf
Jumat, 20 Okt 2006 01:25 WIB
Jakarta - Masyarakat dari Jakarta dan luar Jakarta benar-benar memanfaatkan 10 malam terakhir di bulan Ramadhan dengan melakukan Itikaf di masjid-masjid. Itikaf adalah tinggal di masjid yang dilakukan pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, sebagimana halnya yang biasa dilakukan Rasulullah. Itikaf memang diutamakan pada malam-malam ganjil pada 10 hari terahir ramadhan.Pada malam ke-27 bulan Ramadan 1427 H, ribuan orang tampak memadati Masjid AT Tin yang terletak di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia untuk melakukan Itikaf di masjid itu. Menurut pemantauan detikcom, Jumat (20/10/2006) pukul 00.00 WIB, masjid berlantai tiga penuh sesak oleh jamaah yang datang dari berbagai daerah. Mereka datang secara perorangan maupun secara kelompok. Bahkan terlihat anak-anak ikut dalam ibadah malam hari ini.Lapangan parkir yang terletak di depan dan samping bagunan megah ini sampai penuh oleh mobil dan motor jamaah yang ikut beribadah. Lantai tiga masjid ini penuh oleh wanita sedangkan lantai satu dan dua dipenuhi jamaah pria. Nampak jamaah wanita mengenakan kerudung sedangkan yang jamaah pria banyak mengenakan baju koko dengan berbagai corak dan warna. Selain jemaah yang membludak, pedagang pun ikut menyemut. Berbagai barang dagangan dijajakan kepada jemaah yang datang. Mulai dari pedangan buku, makanan sampai pakaian dijual.Berbagai kegiatan juga digelar selama ibadah itikaf ini, diantaranya adalah kajian duha, kajian ba'da tarawaih, muhasabah, dan Salat Tahajud. Saat ini banyak jemaah yang sedang melakukan tidur untuk menungu waktu salat Tahajud yang akan dilaksanakan sekitar pukul 01.30 WIB, namun nampak juga diantara mereka yang masih menyibukan diri dengan membaca Alquran. Menurut data panitia pada pukul 21.00 WIB, Kamis (19/10/2006), jumlah jemaah yang mendaftarkan diri mencapai 5 ribu orang. Namun hingga pukul 11.30, para jemaah masih terus berdatangan. Mereka yang ikut mendaftar dikenakan infak sebesar Rp 10 ribu. Dana infak itu kemudian dipergunakan untuk mendapatkan makan sahur. Selain itu masjid ini juga menyediakan pos kesehatan untuk melayani jemaah yang tiba-tiba menderita sakit.
(nal/ary)











































