SBY Deklarasi Perang Terhadap Illegal Logging

SBY Deklarasi Perang Terhadap Illegal Logging

- detikNews
Jumat, 20 Okt 2006 00:21 WIB
Bengkulu - Genderang perang terhadap penebang hutan liar kembali ditabuh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Masyarakat diminta bersama-sama menjaga hutan dan melaporkan jika ada penerbangan dan penggundulan hutan secara liar."Kita harus menjaga hutan kita untuk anak cucu. Kalau ada penebangan hutan liar, laporkan kepada polisi. Tembuskan kepada saya," kata SBY saat peresmian PLTA dan Pencanangan penanaman Jarak di Musi Ujan Mas, Kepahiang, Bengkulu, Kamis (19/10/2006).SBY juga meminta masyarakat Bengkulu tetap menjaga hutan yang masih hijau. Meski diakui ada beberapa yang gundul, hutan tersebut harus segera dihijaukan kembali."Saya minta hutan di daerah Bengkulu yang masih bagus ini dijaga. Juga hutan di seluruh Indonesia. Tadi saya lihat sepanjang jalan, ada beberapa yang gundul, segera dihijaukan lagi," tegas SBY. Menurut SBY, jika hutan terjaga, debit air di sungai dan tanah juga terjaga. Sehingga air tersebut bisa dimanfaatkan sebagai energi yang bermanfaat. Sebaliknya jika hutan tidak terjaga, saat hujan akan terjadi banjir dan longsor. Dan saat kemarau akan kering, sehingga PLTA tidak berfungsi.Ikut dalam rombongan presiden, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, MenteriPertanian Anton Apriantono, Menteri Agama Maftuh Basyuni, Men Koperasi dan UKM Suryadharma Ali, Dirut PLN Eddie Widiono, Seskab Sudi Silalahi, Juru Bicara Andi Mallarangeng, staf khusus Yenny Zannuba Wahid, dan staf khusus Heru Lelono.Dalam sambutannya SBY juga menyatakan dalam waktu dekat akan segera dibangun PLTA Renon dan Sahan I di Sumatera utara. Masing-masing berkapasitas 82 MW dan 180 MW. Pemerintah juga sedang mencari investor untuk pengembangan listrik batubara di Jawadengan kekuatan 10 ribu MW. Pemerintah juga menganggarkan dana Rp 648 miliar untuk pengembangan listrik di 28 desa. Pengembangan listrik, kata SBY menjadi prioritas saat ini. Sebab, kebutuhan listrik di Indonesia terus meningkat. Padahal kemampuan PLN dalam menyediakan listrik bagi masyarakat masih sangat terbatas. Saat ini PLN baru memiliki kapasitas 25 ribu MW. Kebutuhan listrik di Indonesia, lebih dua kali lipat lebih besar darai kapasitas yang ada saat ini.SBY juga mengajak masyarakat di Bengkulu dan di seluruh tanah air untuk menanam jarak. Menurut SBY, saat ini diperlukan energi alternatif untuk menggantikan bahan bakar dari fosil. "Potensi Bengkulu sangat bagus untuk jarak," tandasnya. (yid/ary)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads