Jelang Idul Fitri, Stok BBM di Sumut Aman
Kamis, 19 Okt 2006 22:53 WIB
Medan - PT Pertamina Unit Pemasaran (UPms) I Medan, memastikan pasokan BBM untuk Sumatera Utara (Sumut) pada Idul Fitri tahun ini, akan dapat dipenuhi seperti hari-hari biasa. Pertamina juga menyiagakan 122 SPBU selama 24 jam.Hal tersebut disampaikan Humas Pertamina Unit UPms I Medan Fitri Erika kepada wartawan, di kantornya, Jl Yos Sudarso, Medan, Kamis (19/10/2006)."Data yang saya terima dari bagian suplai dan distribusi menunjukkan, pada hari ini stok premium sebanyak 25.278 Kiloliter (Kl), solar 32.085 KL dan minyak tanah 23.688 KL. Dan secara terjadwal akan tiba lagi pasokan baru dari Kilang Unit Pengolahan II Dumai di Riau melalui kapal tanker. Dengan demikian stok aman," kata Fitri.Disebutkannya, dalam mensuplai BBM di Sumut, UPms I Medan memiliki satu unit Instalasi Medan Group di Labuhan Deli di Medan, serta lima depot yang berada di Kisaran di Kabupaten Asahan, Kota Pematang Siantar, Pangkalan Brandan di Kabupaten Langkat, Kota Sibolga dan Gunung Sitoli di Kabupaten Nias."Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan BBM sektor transportasi, terhitung mulai hari, tanggal 19 Oktober hingga 30 Oktober mendatang, kita menyiagakan selama 24 jam sebanyak 122 SPBU dari 187 SPBU yang ada di Sumut. SPBU yang 24 jam itu, yakni yang berada di ruas jalan protokol atau jalan antar propinsi," paparnya.Dengan persiapan ini, kata Erika, diharapkan kebutuhan masyarakat akan BBM dapat terpenuhi dengan baik. Dikatakannya juga, Pertamina juga telah membentuk satuan tugas pemantauan BBM untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, termasuk kemungkinan lonjakan permintaan. Permintaan Elpiji MeningkatPada bagian lain, Erika menyatakan, menjelang Idul Fitri terjadi lonjakan permintaan terhadap Elpiji. Peningkatan itu berkisar 10 persen dari kebutuhan normal. Pada kondisi normal penyaluran elpiji di wilayah Sumatera Utara sebanyak 150 metrik ton per hari. Namun kini mencapai sekitar 160-170 metrik ton per hari "Dari lima provinsi yang menjadi wilayah operasional UPms I, yakni Sumut, Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau peningkatan yang cukup tinggi terjadi wilayah NAD. Mencapai sebanyak 20 persen. Pada hari biasa kebutuhan 35 metrik ton per hari di provinsi itu," kata Erika.Disebutkannya, stok Elpiji di wilayah Sumatera Utara dalam jumlah yang cukup yang. Pasokannya berasal dari Unit Pengolahan II Dumai di Riau, serta Kilang Elpiji Mini milik swasta yang berada di Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumut. Saat ini penyaluran Elpiji di wilayah UPms-I didukung oleh 47 agen di Sumatera Utara, 19 agen di NAD, 13 agen di Riau, 12 agen di Riau Kepulauan dan 14 agen di Sumatera Barat.
(rul/ary)











































