Pemudik Bermotor Masuki Semarang
Kamis, 19 Okt 2006 20:09 WIB
Semarang - H-5 menjelang Lebaran, ribuan pemudik bersepeda motor terlihat memasuki Kota Semarang. Lalu lintas pun kian padat.Berdasarkan pantauan detikcom, Kamis (19/10/2006), para pemudik terlihat berbeda dengan pengendara lain karena sebagian besar diantaranya mereka mengendarai sepeda motor berplat B atau Jakarta dan membawa barang di bagian belakang motor. Para pemudik bersepeda motor tak selalu bergerombol atau berkelompok. Sebagian diantaranya tampak bepergian sendiri-sendiri. Mereka juga tak dikawal polisi.Di dekat perbatasan Kendal-Semarang, atau tepatnya di Jalan Raya Mangkang dan Jalan Raya Tugu, satu-dua orang pemudik beristirahat di pinggir jalan. Selain duduk-duduk, pemudik juga memanfaatkan waktu istirahat dengan makan di warung.Kedatangan pemudik bersepeda motor ini membuat lalu lintas Semarang tambah padat. Jalan yang menghubungkan Kendal-Semarang yang biasanya ramai dengan truk trailer, truk gandeng, dan kendaraan roda empat itu kian penuh sesak.Beruntung, kendaraan pengangkut seperti trailer dan truk gandeng, jumlahnya agak berkurang, sehingga meski lalu lintas kian padat, situasi masih cukup terjaga. Para petugas dari kepolisian, Dinas Perhubungan, dan DLLAJ, siap sedia di posko-posko sepanjang jalan masuk Semarang.Setelah memasuki Semarang, para pemudik lebih banyak menuju ke jalur Selatan atau ke arah Solo. Kedatangan mereka tak banyak mempengaruhi situasi dalam kota, karena ada jalur menuju Solo tanpa harus masuk ke kota.Berdasarkan perhitungan kepolisian, jumlah pemudik bersepeda motor di Jateng sebanyak 4.848.152. Jumlah itu merupakan perkiraan kasar terhadap jumlah pemudik bersepeda motor tahun lalu. Untuk menyambut pemudik, posko-posko pengamanan telah mulai beroperasi sejak Rabu 18 Oktober kemarin di seluruh jalur mudik di Jateng.
(try/ary)











































