Bayi Kembar Siam Dempet Hati Lahir di Solo

Bayi Kembar Siam Dempet Hati Lahir di Solo

- detikNews
Kamis, 19 Okt 2006 17:10 WIB
Solo - Dua bayi laki-laki kembar siam dilahirkan di RS dr Moewardi, Solo. Sejauh pantauan tim medis, keduanya dalam kondisi sehat. Kembar siam bagian perut itu masing-masing memiliki organ tubuh lengkap, kecuali bagian hati yang hanya terdapat satu.Berdasarkan catatan medis RS Moewardi, kedua bayi itu dilahirkan Rabu (18/10/2006) kemarin. Berat badan keduanya saat lahir mencapai 4,2 kg. Selanjutnya, bayi tersebut dirawat intensif di ruang khusus bayi berisiko tinggi di Bangsal Mawar. Keduanya merupakan anak pertama pasangan Tolib Ariyanto (26 tahun) dan Eka Sri (25 tahun), warga Kalurahan Mojosongo, Jebres, Solo. Hingga kini, kedua bayi itu belum diberi nama oleh orangtuanya. Dr Wuryatno SpOG yang ditunjuk pihak rumah sakit sebagai ketua tim operasi pemisahan bayi kembar siam tersebut mengaku belum dapat memberikan kepastian rencana operasi pemisahan kedua bayi dempet perut (omphalophagus) tersebut. Dia juga enggan menjelaskan batas waktu operasi pemisahan. Yang dipastikan olehnya adalah dari pemantauan intensif lebih dari 24 jam, kondisi kedua bayi dalam kondisi sehat. Masing-masing memiliki organ tubuh lengkap, kecuali bagian lever yang memang dempet (hanya terdapat satu lever). Semua organ pada kedua bayi dapat berfungsi secara baik. "Kami masih menunggu hasil observasi dan perkembangan kesehatan kedua bayi. Untuk operasi pemisahannya kami sudah menyiapkan dua tim yang terdiri dari spesialis bedah anestesi anak, dokter ahli jantung dan dokter spesialis kandungan," ujarnya, Kamis (19/10/2006).Pihak Rumah Sakit dr Moewardi mengaku masih menanggung seluruh biaya persalinan dan perawatan bayi serta ibunya. Sedangkan untuk rencana operasi pemisahan, orangtua bayi diminta segera mengurus asuransi kesehatan bagi keluarga miskin (Askeskin) agar dibebaskan dari seluruh biaya operasi. Sementara itu Ayah bayi, Ariyanto, menuturkan kemungkinan akan memiliki anak dalam kondisi terlahir kembar siam telah diketahui semenjak usia kandungan istrinya berumur 18 pekan. Menurut dia, yang memberitahu dia adalah juga dr Wuryanto, saat memeriksa kandungan istrinya. "Saat itu kami benar-benar shock dan bahkan takut untuk kembali memeriksakan kandungan. Baru melakukan pemeriksaan kandungan lagi kandungan memasuki usia delapan bulan," papar dia. (mbr/asy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads