Tanggal Lebaran Beda, Umat Islam Diminta Tetap Rukun
Kamis, 19 Okt 2006 16:47 WIB
Jakarta - Penetapan 1 Syawal 1427 H atau hari raya Lebaran secara resmi baru akan diumumkan pada Minggu (22/10/2006) malam. Diprediksi akan terjadi perbedaan tanggal pelaksanaan hari raya. Namun umat Islam diimbau untuk tetap menjaga ukhuwwah Islamiyah.Demikian disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Umar Shihab dalam jumpa pers di kantornya, Kompleks Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (19/10/2006).Menurutnya, penetapan 1 Syawal 1427 akan diumumkan secara resmi oleh pemerintah melalui sidang ishbat Badan Hisab dan Ru'yat Departemen Agama bersama MUI dan ormas-ormas Islam."Jika pada Minggu malam 22 Oktober terlihat hilal di atas 2 derajat, maka ditetapkan 1 Syawal jatuh pada Senin tanggal 23. Tapi jika tidak terlihat hilal, maka Ramadan digenapkan 30 hari dan 1 Syawal jatuh pada hari Selasa tanggal 24," jelasnya.Umar menjelaskan sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, tanggal pelaksanaan hari raya Idul Fitri tahun ini kemungkinan akan terjadi lagi perbedaan. Hal itu sulit disatukan karena adanya perbedaan dalam metode penetapan."Perbedaan ini sulit disatukan karena sudah terjadi sejak lama. Baik metode ru'yat maupun hisab, semuanya dibenarkan dalam Islam dan memiliki pendapat yang kuat," ujar Umar.Oleh sebab itu, lanjutnya, umat Islam sebaiknya tetap menjaga ukhuwwah Islamiyah menyikapi adanya perbedaan dalam menjalankan hari raya Idul Fitri.Menanggapi adanya permintaan agar pemerintah tidak turut campur dalam penetapan hari raya Idul Fitri, Umar menyatakan, hal itu merupakan tugas pemerintah."MUI tidak memiliki kewenangan untuk menetapkan, tetapi hanya sekadar mewadahi perbedaan pendapat," ujarnya.Sebelumnya PP Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1427 H jatuh pada Senin 23 Oktober 2006. Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin meminta pemerintah tidak ikut-ikutan menetapkan 1 Syawal. Menurutnya, pemerintah cukup menentukan hari libur saja.
(sss/sss)











































