Pesawat Delay, Penumpang Tujuan Malang Mencak-mencak
Kamis, 19 Okt 2006 14:26 WIB
Jakarta - Harga tiket naik dua kali lipat, pesawat delay tanpa ada pemberitahuan. Itulah keluhan puluhan penumpang pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Malang, Kamis (19/20/2006) pukul 14.00 WIB.Pesawat yang seharusnya berangkat pukul 13.00 WIB ini mengalami penundaan sampai waktu yang belum ditentukan. Sejumlah penumpang mencak-mencak dan menggerutu karena tidak tahu harus mengadukan masalah ini kepada siapa, karena kantor perwakilan di bandara tidak memberikan kepastian."Harga sudah naik dua kali lipat, delay tanpa pemberitahuan lagi," ujar Irma, salah seorang penumpang yang hendak mudik ke Blitar, dengan menumpang Sriwijaya kepada detikcom, Kamis (19/10/2006).Menurut Irma, sejumlah penumpang Sriwijaya sempat ramai-ramai protes ke petugas Sriwijaya Air di Bandara Soekarno-Hatta. Penumpang mempersoalkan ketidakjelasan pemberangkatan, sehingga mereka takut meninggalkan tempat duduk di ruang tunggu."Mau salat saja takut bila tiba-tiba dipanggil masuk pesawat. Lain kalau dijelaskan sampai pukul berapa pesawat akan delay," katanya.Penundaan pesawat tidak hanya untuk maskapai tujuan Malang saja. Penumpang pesawat tujuan Batam, Pontianak, Padang dan Jambi juga terlambat. Salah satu petugas Posko Lebaran Bandara Soekarno-Hatta, Maman Kusmanan, kepada detikcom menuturkan, hingga pukul 12.30 WIB, masih banyak maskapai yang belum memberikan data terakhir mengenai kondisi masing-masing pesawat.Jumlah penumpang domestik baru mencapai 2.163 orang dengan menggunakan 18 kali penerbangan. Sebagai perbandingan, penerbangan pada Rabu 18 Oktober, jumlah penumpang domestik mencapai 43.745 dengan 332 penerbangan.Sementara untuk mengantisipasi lonjakan penumpang menjelang Lebaran, beberapa maskapai menambah penerbangan, seperti Mandala Airlines yang untuk periode 20-31 Oktober menambah 6 kali ekstra penerbangan per harinya.Sementara extra flight Adam Air tercatat 4 kali per hari, Garuda 27 penerbangan tambahan per hari dan Sriwijaya Air menambah 15 penerbangan.
(jon/nrl)











































