Tangkapi Gepeng dan PSK, Sutiyoso Didemo Pengamen
Kamis, 19 Okt 2006 13:21 WIB
Jakarta - Aksi penangkapan pengamen jalanan, gelandangan dan pengemis (gepeng), dan PSK membuat geram puluhan pengamen jalanan. Sedikitnya 20 orang yang tergabung dalam Serikat Pengamen Merdeka (SPM) mendemo Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.Aksi dimulai pukul 11.15 WIB di depan Balaikota, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (19/10/2006). Dalam aksinya mereka membawa beberapa spanduk yang terbuat dari kardus yang salah satunya bertuliskan "Hidup makin susah, cari duit diuber-uber trantib. Ayo bersatu demo kantor gubernur Sutiyoso". Mereka juga melakukan orasi. Tidak ada pengamanan yang ketat, hanya sekitar 10 petugas Trantib dan dibantu petugas kepolisian dari Polsek Gambir.Humas aksi, Zainal Abidin, mengatakan selama ini Pemprov DKI Jakarta tidak pernah memperdulikan nasib dan derita kaum miskin jalanan. "Sutiyoso adalah gubernur penindas rakyat dan merupakan musuh bagi kehidupan kaum miskin jalanan," ujarnya penuh semangat.Menurut Zainal, jika semua rakyat miskin jalanan bersatu untuk menentang Sutiyoso, maka hal itu diyakininya dapat menghentikan tindakan penangkapan kaum miskin jalanan. "Jangan hanya menguber-uber dan menangkap gepeng dan PSK, tapi berikan lapangan pekerjaan yang layak," ujarnya.Selain itu mereka juga menuntut Pemprov DKI Jakarta membubarkan Trantib serta menangkap dan mengadili pelaku kejahatan dan tindak kekerasan pada gepeng, pengamen, dan PSK. "Cabut perda, UU dan semua peraturan yang merugikan rakyat miskin jalanan," teriaknya.Setelah hampir satu jam dan tidak ada perwakilan Pemprov DKI yang menemui mereka, akhirnya massa membubarkan diri dengan tertib.
(nrl/nrl)











































