Pramono Tuding Kerusuhan di DPD PDIP Sulsel Ulah Provokator

Pramono Tuding Kerusuhan di DPD PDIP Sulsel Ulah Provokator

- detikNews
Kamis, 19 Okt 2006 12:49 WIB
Jakarta - Untuk kesekian kalinya rapat PDIP berakhir ricuh. Terakhir, dalam konfrensi daerah (konferda) di Sulawesi Selatan (Sulsel) para kader PDIP membakar atribut partai. Diduga, ini merupakan ulah pihak luar yang tidak ingin PDIP kuat di daerah 'Serambi Madinah' itu."Kami melihat dalam konferda ini ada kelompok-kelompok yang takut kalau PDIP semakin kuat di Sulsel. Ini ulah provokator," kata Sekjen DPP PDIP Pramono Anung di kantornya, Jl Lenteng Agung No 99, Jakarta Selatan, Kamis (18/10/2006).Menurut Pramono, sinyalemen adanya ulah provokator sangat dimungkinkan karena secara geopolitik, Sulsel tidak menjadi basis kekuatan partai berlambang banteng gemuk ini."Kalau dilihat, hampir semua calon gubernur terpilih di Indonesia Timur dari PDIP. Seperti Papua, Irjabar, NTT dan Sulawesi Utara. Nah, kalau Sulsel yang menjadi lumbungnya orang lain, kemudian PDIP kuat di sana, ada keengganan dari orang lain terhadap hal itu," duga Pramono.Pram -- sapaan akrab Pramono -- menyayangkan aksi pembakaran terhadap atribut partai yang dilakukan oleh kader-kader PDIP setelah konferda berakhir. Dia mengimbau agar mereka tetap berada sebagai kader partai.Mengenai terpilihnya H Zainal Basri Palaguna sebagai ketua DPD PDIP Sulsel, Pramono mengatakan hal itu sudah bersifat final."Ini sudah final, jauh-jauh hari sudah dikeluarkan surat untuk Rudianto Asapa, agar tidak mencalonkan diri menjadi ketua DPD," papar pria berkacamata ini.Pram menjelaskan, larangan Asapa menjadi ketua DPD Sulsel berdasarkan peraturan internal yang berlaku di partai.Pada 16 Oktober 2006, Konferda DPD PDIP Sulsel dilanda kericuhan yang disebabkan beberapa pendukung Rudianto Asapa marah. Para pendukung Asapa membakar atribut partai seperti bendera dan gambar Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. (ahm/sss)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads