PT KA Rugi Rp 2 M/Tahun Akibat Lemparan Batu
Kamis, 19 Okt 2006 10:36 WIB
Jakarta - Ulah jahil pelaku pelemparan batu terhadap kereta api menimbulkan kerugian yang besar bagi PT KA. Untuk mengganti kaca yang pecah PT KA harus mengeluarkan biaya Rp 2 miliar per tahun."Untuk kereta api di Pulau Jawa diperkirakan biaya untuk mengganti kaca yang pecah sekitar dua miliar," ungkap Kahumas Daops I PT KA Akhmad Sujadi saat dihubungi detikcom, Kamis (19/10/2006).Untuk Daops I Jabotabek, pihaknya tiap bulan harus mengganti 16 kaca kelas bisnis, 12 kaca kelas ekonomi, dan 10 kaca kelas eksekutif. Kaca-kaca tersebut retak atau pecah terkena lemparan batu."Kalau penggantian seluruh Pulau Jawa bisa 9 kali lipatnya. Soalnya ada 9 Daops di Jawa," ujarnya.Untuk melindungi konsumen KA dari lemparan batu, PT KA menggunakan kaca khusus di tiap gerbongnya. Untuk gerbong kelas eksekutif, PT KA menggunakan kaca dengan bahan polycarbonate yang tahan benturan. Jika ada lemparan batu, kaca hanya retak. Lalu untuk kelas ekonomi dan bisnis sudah digunakan kaca duplex. Kaca jenis ini terdiri dari dua lapis kaca yang direkatkan dengan karet kering. Sehingga walau kaca hancur, bentuknya berupa serpihan sehingga aman bagi penumpang.Meskipun sudah menggunakan kaca khusus, faktor kewaspadaan penumpang tetap menjadi faktor utama. Terutama untuk penumpang kelas bisnis dan ekonomi."Kalau untuk bisnis dan ekonomi batu masih bisa lewat masuk dari celah angin di jendela. Penumpang harus hati-hati," pinta Akhmad.
(gah/nrl)











































