Waspadai Copet di KA Ekonomi

Waspadai Copet di KA Ekonomi

- detikNews
Kamis, 19 Okt 2006 07:24 WIB
Jakarta - Banyak orang dan berdesak-desakkan adalah saat yang tepat bagi para copet untuk menjalankan aksinya. Sebab saat itulah orang-orang kehilangan kewaspadaannya. Dalam sekejap dompet atau HP berpindah tangan."Waktu mudik kan banyak sekali orang di stasiun. Karena tidak bisa pesan tiket tahun lalu, saya naik kereta api (KA) ekonomi. Nah, saat berdesakkan mau naik ke KA. tiba-tiba HP di kantong saya sudah raib," cerita Mita kepada detikcom beberapa waktu yang lalu.Atik, yang kerap menggunakan KA ekonomi untuk pergi ke Bojonegoro juga mengaku sering memergoki copet beraksi. Namun, dia tidak berani melakukan apa-apa selain pura-pura tidak tahu. "Takut diapa-apain, jadi saya diam saja," katanya.Biasanya, lanjut Atik, pencopet tidak bekerja sendiri. "Kalau ada beberapa orang yang tiba-tiba, mendorong-dorong dan berusaha menjepit, lalu tiba-tiba ada yang menepuk tubuh kita biasanya itu pencopet," terang dia.Selain itu, pencopet kerap mengalihkan perhatian korban dengan pura-pura terjatuh tanpa sebab, atau tiba-tiba menjatuhkan sesuatu seperti botol air mineral.Disampaikan Kepala Stasiun Gambir Dwiyana Slamet, untuk menjaga keamanan di atas kereta disiagakan 2 personel tiap KA. Personel ini tidak mungkin ditambah. "Nanti kalau tiap gerbong ada petugas keamanan malah mengurangi jatah pengguna KA," kata dia, Kamis (19/10/2006).Namun untuk situasi tertentu, seperti misalnya dicurigai ada teroris atau penjahat yang naik KA, otomatis jumlah petugas di KA akan ditambah.Saat H-5 yang jatuh pada hari ini, tiket peron tidak akan berlaku. Artinya, hanya orang yang memiliki tiket KA saja yang diperbolehkan masuk ke stasiun. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi menumpuknya orang, serta meminimalkan pencopetan dan pencurian, karena yang masuk ke stasiun hanyalah orang yang akan bepergian."Saat hari biasa, pencurian malah kerap terjadi di kereta eksekutif karena bebas pindah-pindah tempat duduk, soalnya kursi tidak penuh. Justru saat mudik, biasanya tidak ada laporan," tandas Dwiyana. (nvt/nvt)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads