Sulitnya Berantas Calo

Sulitnya Berantas Calo

- detikNews
Kamis, 19 Okt 2006 06:30 WIB
Jakarta - Calo masih akan hidup selama masih ada orang yang mencari. Tidak adanya dasar hukum yang mengatur praktek percaloan membuat para calo masih tetap bernafas. Apalagi di arus mudik dan balik, calo tiket merupakan masalah klasik."Calo akan mati, kalau tidak ada orang yang mencari dia untuk mendapatkan tiket kereta," ujar Kepala Stasiun Gambir Dwiyana Slamet dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (19/10/2006).Dibeberkan Dwiyana, pada arus mudik tahun lalu Stasiun Gambir menangkap 5 calo. Mereka diserahkan ke Polsek Gambir untuk diproses. Namun tak lama, calo itu kembali dilepaskan. Lagi-lagi karena alasan tidak ada dasar hukumnya."Malah pengacara mereka datang dan mempertanyakan alasan penangkapan para calo itu," imbuh Dwiyana.Namun, lanjut dia, kini para calo di Stasiun Gambir tidak berani mengeluarkan tiket yang dijualnya di area stasiun dekat loket pembelian tiket. Biasanya tiket baru akan ditunjukkan di suatu tempat yang dijadikan pool.Ternyata Lokasi Stasiun Gambir yang dipilih sebagai pool calo adalah di sebelah utara stasiun, dekat taksi biasa mangkal."Calo itu hanya menawarkan tiket ke calon pembeli di stasiun, setelah itu korbannya digiring ke tempat parkir atau di pool," kata Dwiyana.Menurut Dwiyana, para calo enggan memperlihatkan tiket yang dijual di dekat tempat pemesanan tiket karena takut ketahuan petugas. Sebab tiap kali ada razia calo, tiket pasti dirampas petugas, sehingga para calo merugi."Memang tidak tegas, tapi setiap kali calo tertangkap, kami serahkan ke kepolisian, paling tidak itu memberi efek takut," tandas Dwiyana. (nvt/nvt)


Berita Terkait