Foto Mega Dibakar, Ada yang Takut Suara PDIP di Sulsel Naik
Rabu, 18 Okt 2006 23:57 WIB
Jakarta - DPP PDIP mensinyalir ada pihak-pihak yang takut dengan menangnya ZainalBasri (ZB) Palaguna sebagai Ketua DPD PDIP Sulsel. Hal ini karena ZBPalaguna dinilai berpengaruh di Sulsel dan berpotensi menggembosi basis massa partai lain."Saya tidak menuduh tetapi saya menangkap kesan yang kuat kalau ada yangtakut kalau Pak Palaguna jadi Ketua DPD PDIP Sulsel," cetus Sekjen DPP PDIP Pramono Anung.Hal ini diungkapkan dia ketika ditemui wartawan di sela-sela diskusi"Peran dan Fungsi Partai Dalam Menciptakan Hubungan Harmonis Antarumat" dikantor DPP PDIP, Lentng Agung, Jakarta, Rabu (18/10/2006).Diakui Pramono, selama ini PDIP tidak pernah besar di Sulsel. Dengannaiknya ZB Palaguna menjadi Ketua DPD Sulsel, maka hampir seluruh kawasanIndonesia timur, gubernurnya merupakan kader PDIP, mulai dari Irjabar,Papua, Maluku, Maluku Utara, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara.Mengenai insiden pembakaran foto Megawati oleh calon yang kalah RudiantoAsapa, Pramono menyesalkan hal tersebut. Sebagai politisi yang seharusnyabersikap dewasa, hal itu semestinya tidak perlu terjadi."Apalagi Rudianto adalah seorang bupati yang maju dari PDIP," ujar priayang akrab disapa Mas Pram itu.Jauh-jauh hari, lanjut Pramono, DPP PDIP memang sudah mengeluarkan suratlarangan kepada seluruh bupati di Sulsel untuk maju menjadi ketua DPD PDIPSulsel."Ini aturan main partai. Sehingga kalau kemudian hari hal itu dituangkandalam bentuk pembakaran dan sebagainya, sebagai orang yang dewasa dalamberpolitik, DPP PDIP menyayangkan hal itu," ujar Pramono.Pramono juga ingin meluruskan berita yang yang berkembang bahwa ada 17 DPCPDIP Sulsel menyatakan keluar. "Tidak betul 17 DPC keluar dari PDIP. Yangterjadi adalah, dari 22 cabang, hanya 7 cabang saja yang keluar dan itupun utusan," kata dia.Menurutnya PDIP adalah partai yang terbuka dimana seseorang boleh sajamasuk dan keluar. "Itu hal yang biasa. Kami tentu tidak melarang orangkeluar," imbuh PramonoDiantara utusan itu, Pramono mengungkapkan, ada beberapa anggota yangtidak mungkin terpilih lagi jadi pengurus. Sehingga kalau kemudiandikatakan banyak yang ingin keluar, menurut Pramono, hal itu tidak betul.
(bal/nvt)











































