Belum Ada Bukti H5N1 Sebabkan Radang Otak
Rabu, 18 Okt 2006 14:24 WIB
Jakarta - Sejauh ini belum ada bukti penyakit radang otak yang menyerang seorang pasien flu burung yang tewas beberapa hari lalu, disebabkan oleh virus H5N1. Kemungkinan kasus penyakitnya berbeda. "Mestinya dilakukan otopsi, tapi tidak dilakukan karena nggak ada izin keluarga," kata Menkes Siti Fadilah Supari, Rabu (18/10/2006). Hal tersebut disampaikannya menjawab pertanyaan wartawan yang mencegatnya usai mengikuti upacara pelantikan 24 duta besar baru RI untuk negara sahabat oleh Presiden SBY di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta. Menurut Menkes, dari hasil pemeriksaan terhadap jenazah Mamah (67), diketahui cairan otak warga Cisarua, Jawa Barat, itu tidak mengandung H5N1. Karenanya tidak bisa serta merta disimpulkan bahwa radang otak tersebut merupakan dampak dari virus flu burung. "Jadi kembali lagi ke pola hidup bersih dan sehat di suatu daerah. Orang harus bisa menjaga sendiri keberihan dari pengaruh unggas sakit," sambungnya. Mamah kena radang otak, yang diyakini disebabkan serangan virus H5N1 pada otaknya. Mamah meninggal dunia pada 15 Oktober di RSHS Bandung. Mamah adalah korban tewas ke-54 di Indonesia.
(lh/nrl)











































