Polisi Bersihkan Forkabi yang Disewa Eks Pejabat Dephub
Rabu, 18 Okt 2006 13:45 WIB
Jakarta - Polisi akhirnya men-sweeping orang-orang yang disewa untuk menjaga lokasi tembok sengketa di Kompleks Vila Sawo, Cipete Utara, Jakarta Selatan. Sweeping dilakukan atas desakan warga yang takut dengan aksi premanisme.Kasus di Vila Sawo ini berawal dari ulah salah satu warganya, eks pejabat eselon I Dephub M Yusuf, yang sengaja merobohkan tembok pembatas kompleks dan perkampungan pada 7 Oktober lalu. Tembok sepanjang 18 meter itu dirobohkan agar rumah barunya di luar kompleks mempunyai akses ke perumahan mewah itu. Yusuf juga memiliki rumah di Vila Sawo yang jaraknya 300 meter dari rumah barunya.Untuk mengamankan aksinya, Yusuf menyewa belasan anggota Forkabi dan pria-pria berbadan tegap.Warga mendesak polisi mengangkut orang sewaan itu setelah sebelumnya polisi memulangkan sekitar 100 Satpol PP. Jika orang-orang sewaan itu dibiarkan, warga takut preman akan kembali merajalela di kompleksnya."Lokasi ini kan status quo, kalau ada preman mereka akan berhadapan dengan polisi," ujar Kasat Samapta Polres Jaksel AKP Elbin Darwin saat menenangkan warga Kompleks Vila Sawo, Rabu (18/10/2006).Elbin mengerahkan sekitar 75 polisi untuk membubarkan anggota Forkabi dan pria-pria tegap yang menjaga rumah Yusuf. Mereka diangkut dengan truk yang sudah disiapkan. Polisi membawa mereka ke Polres Jakarta Selatan. Ketika rombongan orang sewaan itu sudah meninggalkan lokasi, tiba-tiba datang seorang anggota Forkabi yang tampaknya semula akan membantu kawan-kawannya."Eh ngapain lagi kamu, mau apa! Ayo ikut ke Polres," hardik Elbin tanpa basa-basi. Dengan muka pucat, orang tersebut mengikuti perintah Elbin. Saat ini ada sekitar 20 polisi berjaga-jaga di lokasi sengketa.
(umi/nrl)











































