Menag Berharap Tidak Ada Perbedaan Idul Fitri

Menag Berharap Tidak Ada Perbedaan Idul Fitri

- detikNews
Rabu, 18 Okt 2006 13:29 WIB
Jakarta - Pemerintah akan menetapkan Idul Fitri, 1 Syawal 1427 H, dalam sidang Istbat yang akan digelar 22 Oktober 2006. Menteri Agama (Menag) berharap tidak ada perbedaan penetapan Idul Fitri. Bila memang ada perbedaan, Menag berharap tidak disikapi dengan percekcokan. "Kita masih menunggu hasil sidang Istbat tanggal 22 Oktober untuk menetapkan kapan Idul Fitri jatuh. Mudah-mudahan tidak ada perbedaan," kata Menag Maftuh Basyuni usai mengikuti upacara pelantikan 24 duta besar baru RI untuk negara sahabat oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (18/10/2006).Perbedaan penetapan Idul Fitri sangat mungkin terjadi tahun ini. Berdasarkan hisab yang dilakukan, PP Muhammadiyah telah menetapkan Idul Fitri jatuh pada Senin, 23 Oktober 2006. Sementara dalam kalender nasional, Idul Fitri akan jatuh pada Selasa, 24 Oktober 2006. Menurut Menag, sejauh ini tidak ada perubahan hasil perhitungan hisab yang dilakukan pemerintah, kemungkinan besar 24 Oktober. Namun, pemerintah akan tetap menunggu hasil rukyah (melihat hilal dengan mata telanjang), sebagai solusi terakhir. Tidak tertutup kemungkinan, kata Menag, hasil rukyah menetapkan Idul Fitri 23 Oktober. Tapi, bila memang hasil rukyah nanti menyimpulkan Idul Fitri jatuh 24 Oktober, sehingga terjadi perbedaan, menurut Menag, hal itu sesuatu yang wajar. Karena itu, tidak perlu ada pihak yang menjadikan hal ini sebagai masalah prinsip. Pilihan diserahkan sepenuhnya pada masyarakat yang meyakininya. "Kita sudah biasa dengan perbedaan. Perbedaan bukan berarti percekcokan," ujar Menag. (lh/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads