Kuburan Kok Tidak Angker

Makam Belanda di Surabaya (1)

Kuburan Kok Tidak Angker

- detikNews
Rabu, 18 Okt 2006 11:50 WIB
Kuburan Kok Tidak Angker
Surabaya - Deretan berpatok putih berjajar rapi di lahan berumput seluas sekitar dua hektar. Air bersih terlihat menyirami di pemakaman yang berada di bawah kekuasaan Pemerintah Belanda itu. Ya! siapa sangka di tengah-tengah Pemakaman umum Kristen Kembang Kuning Surabaya terdapat makam Belanda yang pemandangannya sungguh indah dan menawan. Jauh dari kesan angker! Pemakaman yang dikhususkan untuk korban perang yang dikelola oleh Oorlogsgraven Stichting, sebuah yayasan makam perang Belanda ini di Indonesia ini sebenarnya tidak hanya ada di Surabaya. Enam pemakaman yang lain terdapat antara lain di Jakarta, Bandung, dan Semarang. Masyarakat Surabaya, barangkali tidak menduga bahwa di dalam kompleks Pemakaman Umum Kristen Kembang Kuning yang terkesan kumuh itu, terdapat daerah yang cukup spesial, karena statusnya seperti kantor konsulat jenderal negara-negara asing. Hanya saja tempat itu bukannya untuk pengurusan visa atau soal pertukaran kebudayaan, melainkan sekadar untuk makam.Di lokasi makam yang dikelilingi pagar berduri itu, terlihat pemandangan yang menarik. Patok-patok warna putih berjajar rapi. Ketika detikcom mengintip dari balik pagar, tidak ada kesan angker seperti halnya yang selalu ditakuti banyak orang di makam-makam pada umumnya. Jika ingin berkunjung, di bagian gapura pagar utama disediakan lonceng dan bel elektronik.Meski itu hanya sebuah makam, namun perawatannnya juga tidak kalah dengan perawatan yang dilakukan pada taman-taman kota. Sebab terlihat sejumlah pekerja hilir mudik membersihkan makam dan menyirami rerumputan agar kesegarannya tetap terjaga.Di bagian tengah makam, terdapat monumen salah satu perwira Belanda yang gugur ketika perang melawan Jepang sebelum Indonesia merdeka 1945. Masyarakat pribumi maupun warga Belanda biasa memang tidak bisa dimakamkan di tempat itu."Makam ini khusus untuk mereka yang meninggal karena perang. Jadi mereka yang gugur dan telah dimakamkan di beberapa tempat di Jatim akhirnya dipindahkan ke sini," kata A.R.M Soekarjono, Kepala Penjaga Ereveld (Makam Kehormatan) Kembang Kuning Surabaya kepada detikcom yang bertamu, Selasa (17/10/2006) kemarin.Dari situlah, keunggulan Kerajaan Belanda harus diakui. Sebab data-data mereka yang telah meninggal dan telah dimakamkan tetap bisa diketahui. Bahkan dari patok-patok makam terekam jelas tanggal lahir maupun meninggalnya. Berbeda dengan tentara Belanda yang berasal dari Indonesia, yang hanya tercatat tanggal meninggalnya saja. (gik/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads