Dilarang Masuk DPR, Penyuluh Pertanian Selonjoran di Trotoar

Dilarang Masuk DPR, Penyuluh Pertanian Selonjoran di Trotoar

- detikNews
Rabu, 18 Okt 2006 10:20 WIB
Jakarta - Di zaman Pak Harto, petugas penyuluh pertanian sungguh terkenal lewat acara pedesaan di TVRI. Tapi kini pamornya merosot, bahkan untuk masuk gedung DPR pun susah.Akibatnya, ratusan petugas penyuluh pertanian dan kehutanan dari berbagai kabupaten itu pun hanya bisa puas berdiri di luar pagar gedung DPR di Senayan, Jakarta, Rabu (18/10/2006).Para petugas penyuluh itu datang ke Senayan untuk ikut serta dalam sidang paripurna yang diselenggarakan hari ini. Salah satu agendanya adalah pengesahan RUU Sistim Penyuluhan Pertanian Peternakan dan Kehutanan.Mereka berasal dari Kabupaten Ciamis, Bogor, Purwakarta, Sukabumi, Kabupaten Tasik dan Kota Tasik, Temanggung, Sragen dan Banjarnegara.Namun, sial benar nasib mereka. Jauh-jauh datang dari kampung halaman nun jauh di sana eh para petugas keamanan dalam (pamdal) DPR tidak memperbolehkan mereka masuk gedung parlemen. Hanya 5 perwakilan penyuluh tiap kabupaten yang bisa ikut sidang paripurna. Sisanya dibiarkan menunggu di depan pagar DPR di Jalan Gatot Subroto. Padahal kedatangan mereka atas undangan dari Departemen Pertanian."Saat ini rencananya sekitar 25 kabupaten di Jabar akan datang. Ini belum semuanya. Masih ada di jalan," kata Koordinator Penyuluh Kehutanan Sukabumi Deny Benyamin kepada detikcom di luar pagar.Para penyuluh yang yang mayoritas laki-laki dan berpakaian dinas warna krem tersebut berteriak kepada para pamdal untuk bisa masuk, minimal ke dalam gedung DPR. Penyebabnya, matahari begitu terik. Beberapa dari mereka menunggu sambil duduk selonjoran di pinggiran pagar dan trotoar Jalan Gatot Subroto. Para penyuluh ini datang mengenakan pakaian dinas warna krem. "Tiap kabupaten itu sudah sesuai dengan kuota. Kami tidak bisa memasukkan semuanya. Nanti tidak muat," kata salah satu petugas pamdal, Suratman. (ziz/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait