Panglima TNI: Pengadaan Pesawat UAV Tidak Diam-diam

Panglima TNI: Pengadaan Pesawat UAV Tidak Diam-diam

- detikNews
Selasa, 17 Okt 2006 18:21 WIB
Jakarta - Pengadaan pesawat tanpa awak (UAV) yang diributkan sejumlah pihak tidak pernah dilakukan diam-diam. Semua itu tentu telah melewati proses tender dan lelang di Departemen Pertahanan (Dephan)."Pengadaan itu tidak diam-diam, itu dilakukan secara terbuka di Dephan," kata Panglima TNI Marsekal Djoko Soeyanto saat dihubungi melalui sambungan telpon, Selasa (17/10/2006).Menurut Djoko, pengadaan pesawat tanpa awak itu merupakan program lama zaman panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto tahun 2005. Dia kemudian bercerita, pada saat itu, proses dilakukan di Dephan dengan memberangkatkan tim ke luar negeri untuk melihat spesifikasi yang sesuai dengan kebutuhan."Lalu diadakan tender dan lelang di Dephan," katanya.Hingga saat ini pesawat tersebut belum dimiliki Indonesia karena memang masih dalam proses pengadaan. Dijelaskan Djoko, TNI sangat membutuhkan pesawat itu untuk pengamatan udara, pengintaian, dan patroli udara."Itu kan nantinya juga bisa berguna titik hotspot api," ujarnya.Djoko mengatakan, pengadaan alat utama sistem persenjataan (Alutsista) seharusnya tidak semua dapat diketahui oleh publik sebab dikhawatirkan negara lain akan mengetahui."Yang penting ada pertanggungjawaban keuangan yang memang harus diaudit. Akuntabilitas boleh tapi tidak alutsistanya," kata Djoko.Mengapa pengadaan pesawat melalui perusahaan di Filipina? "TNI sendiri tidak menentukan siapa yang mengadakan, itu Dephan, TNI hanya mengajukan spesifikasi teknis," tukas Djoko.Namun dia mengaku tidak mengetahui apakah perusahaan dari Filipina, Kital Philippines Corp itu masuk sebagai salah satu peserta lelang atau tidak."Tapi tidak mungkin itu diam-diam, apalagi peraturan sekarang sangat ketat, pasti sudah melewati prosedur yang berlaku," kata Djoko. (ken/nrl)


Berita Terkait