RI Prioritaskan Penyelesaian Konflik Timur Tengah
Selasa, 17 Okt 2006 16:51 WIB
Jakarta - Selama menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB, Indonesia akan memprioritaskan penyelesaian damai konflik di Timur Tengah. Komitmen itu telah menjadi tekad Indonesia sejak awal."Saya punya keyakinan kuat bila masalah Timur Tengah bisa diselesaikan secara adil, damai dan permanen, mungkin separuh permasalahan di dunia ini menyangkut keamanan, perdamaian dan ketegangan antara barat dengan Islam dapat diselesaikan," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.Hal ini disampaikan dia dalam jumpa pers di VVIP Room Pangkalan Militer Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Selasa (17/10/2006).Menurut SBY, prioritas tersebut bukan semata-mata hanya karena penduduk Indonesia mayoritas beragama Islam, tapi juga sejalan dengan kepentingan internasional. Perdamaian yang permanen di Timur Tengah juga akan membawa kebaikan di seluruh dunia.Sementara di tingkat Asia, Indonesia akan berkonsentrasi pada penyelesaian damai krisis di Semenanjung Korea. SBY juga kembali mengimbau agar Korea Utara tidak masuk dalam keadaan yang berujung pada dilanjutkannya uji coba senjata nuklir."Di luar resolusi yang telah dikeluarkan, Indonesia mendorong kalangan internasional mengaktifkan lagi six party talk untuk menyelesaikan krisis nuklir Korea Utara dan terus melakukan pendekatan diplomasi guna mencegah krisis lebih luas," tuturnya.Disadari, kewenangan Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB berbeda dengan 5 anggota tetap DK PBB yang memiliki hak veto. Namun SBY yakin ada peluang yang dapat dioptimalkan oleh Indonesia."Kita bisa membangun argumen dan menyampaikan pandangan sebelum keputusan diambil, dalam konteks inilah kita gunakan semaksimal mungkin peluang yang ada untuk menyampaikan pandangan dan pikiran Indonesia," ujar SBY.
(ken/sss)











































