Gubernur DIY Kecewa Dana Rekonstruksi Disunat
Selasa, 17 Okt 2006 16:30 WIB
Yogyakarta - Adanya sejumlah pemotongan dana rekonstruksi warga korban gempa membuat Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X kecewa. Dia tidak membenarkan adanya penyunatan dana rekonstruksi dengan dalih apa pun."Penyunatan itu jelas pelanggaran. Tidak ada biaya administrasi untuk pencairan dana rekonstruksi dengan alasan apa pun," kata Sultan kepada wartawan di kantor Gedong Wilis Kepatihan Jl Malioboro, Selasa (17/10/2006). Seandainya dibutuhkan, kata dia, paling hanya Rp 10 ribu setiap kelompok untuk membuka rekening di bank. Apalagi pemotongan untuk biaya administrasi itu besarnya antara Rp 50 ribu - Rp 200 ribu. Akibatnya warga yang seharusnya menerima Rp 4 juta/Kepala Keluarga (KK) itu hanya menerima bantuan dana sebesar Rp 3,8 juta hingga Rp 3,95 juta. "Jadi, tidak ada alasan untuk penyunatan," tegas Sultan.Sultan mendapat laporan adanya pemotongan dana rekonstruksi bagi korban gempaterutama di Kota Yogyakarta di Kelurahan Brontokusuman Kecamatan Mergangsan. Sultan mengaku kecewa ada petugas atau ketua kelompok masyarakat (pokmas) yang melakukan penyunatan dana dengan berdalih sebagai biaya membuka rekening dan biaya administrasi.Oleh karena itu, Sultan sudah menginstruksikan kepada pemerintah kabupaten/kota se DIY untuk bersikap tegas terhadap aksi-aksi penyunatan itu. Ketua Pokmas maupun fasilitator korban gempa, tidak berhak dan tidak mempunyai alasan untuk menyunat dana bantuan rekonstruksi korban gempa. "Apalagi uang itu katanya untuk uang pelicin dan administrasi petugas," katanya.Sultan menambahkan, setelah dana tahap pertama ini akan ada dana tahap kedua sebesar 60 persen. Karena itu masyarakat diminta berhati-hati dalam menggunakanbantuan dana rekonstruksi rumah tahap I. Rumah tidak akan jadi apabila 75 persen dari anggaran tahap I yang diterima sekitar Rp 4 juta, tidak dipergunakan untuk belanja material yang riil."Dana itu betul-betul hanya khusus untuk biaya pembangunan rumah. Jangan dibelanjakan yang lain. Saya minta agar masyarakat hati-hati untuk menggunakandana itu, nanti rumahnya tidak akan jadi," demikian Sultan.
(nrl/nrl)











































