Jamaah Perempuan akan Dikeluarkan dari Area Ka'bah

Jamaah Perempuan akan Dikeluarkan dari Area Ka'bah

- detikNews
Selasa, 17 Okt 2006 16:04 WIB
Jamaah Perempuan akan Dikeluarkan dari Area Kabah
Jakarta - Wacana pemisahan jamaah pria dan perempuan di Masjidil Haram, tempat Ka'bah berada, mendatangkan pro dan kontra. Seperti apa sebenarnya rencana pemisahan jamaah pria dan perempuan ini? Rencananya, jamaah perempuan akan dikeluarkan dari Sahn (area Ka'bah). Adalah Institut Penelitian Haji Arab Saudi yang melemparkan wacana pemisahan jamaah perempuan dan laki-laki di Masjidil Haram. Menurut Usamah Al Bar, ketua institut tersebut, pemisahan jamaah perempuan dan laki-laki ini bertujuan untuk menyelamatkan jamaah perempuan. "Area ini sangat kecil dan selalu padat. Karena itu, kami menetapkan untuk mengeluarkan jamaah perempuan dari Sahn (area Ka'bah) ke tempat yang lebih baik, di mana mereka bisa melihat Kabah dan memiliki ruangan yang lebih luas," kata Usamah seperti dikutip dari Al Wathan, akhir September 2006. Belum ada penjelasan rinci ke mana lokasi jamaah perempuan itu akan dipindahkan. Begitu juga dengan bagaimana nanti bila jamaah perempuan bila melakukan tawaf (berkelililing Ka'bah). Bila mereka dikeluarkan dari Sahn, maka untuk melakukan tawaf, maka jamaah perempuan akan berjalan lebih panjang dan jauh. Yang jelas, menurut Usama, pemisahan jamaah perempuan dan laki-laki ini akan lebih baik bagi perempuan. "Sejumlah kaum Hawa mengira rencana ini tidak baik, tetapi dari pandangan kami, ini akan lebih baik bagi mereka. Kami bisa duduk dengan mereka dan menjelaskan kepada mereka tentang rencana ini," kata Usamah. Sebenarnya, kata Usamah, rencana pemisahan ini belum final. "Rencana ini masih bisa direvisi, terbuka peluang untuk dibahas kembali," ujar Usamah. Yang pasti, hasil kajian institut yang dipimpinnya ini merekomendasikan kepada Kerajaan Saudi untuk melakukan pemisahan jamaah laki-laki dan perempuan. Selama ini, jamaah perempuan dan pria bercampur dalam melakukan ibadah di Masjidil Haram. Senggolan antara pria dan perempuan di Masjidil Haram sulit terhindarkan, apalagi saat musim haji atau saat Ramadan. Ketika tawaf, antara pria dan perempuan juga bisa mendekati Ka'bah dan berjalan saling berhimpitan. Pria dan perempuan juga bisa berlomba-lomba mendekati hajar aswad (batu hitam).Akibat berjubelnya jamaah di area Ka'bah, memang banyak jamaah perempuan yang tergencet jamaah laki-laki. Bahkan, jamaah laki-laki juga tergencet oleh jamaah laki-laki lainnya. Sering terjadi cekcok mulut saat tawaf berlangsung. (asy/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads