Trik Rumah Aman Saat Mudik, Dijaga Satpam Hingga Preman
Selasa, 17 Okt 2006 15:12 WIB
Jakarta - Ada banyak cara mengamankan rumah dari incaran maling saat mudik Lebaran. Mulai dari mempercayakan kepada satpam hingga mendekati preman di sekitar perumahan. Banyak rumah yang ditinggal penghuninya pulang kampung saat Lebaran. Rumah-rumah kosong inilah yang menjadi incaran komplotan si panjang tangan.Agar pemudik tidak dag-dig-dug meninggalkan rumah, banyak cara yang dilakukan. Mulai dari menitipkan rumah ke tetangga terdekat yang tidak pulang kampung, mempercayakan kepada satpam perumahan hingga mendekati preman perumahan.Cara terakhir ini yang ditempuh Abdurahman (56), Ketua RT 003 RW 008 Perumahan Departemen Keuangan, Jalan Supomo, Jakarta Selatan.Selain mempercayakan pada satpam perumahan, pe-de-ka-te alias pendekatan kepada preman rupanya tokcer untuk mengamankan perumahan saat mudik Lebaran. Cara ini telah diuji Abdurahman selama 3 kali Lebaran."Untuk masalah pengamanan, kami mendekati preman, tukang ojek yang biasa nongkrong di pos-pos jaga. Ngajak ngobrol, ngopi, ujung-ujungnya saya minta mereka tidak mengganggu warga kompleks, tidak mabuk-mabukan atau mengambil barang di depan rumah," kata Abdurahman saat ditemui detikcom, Selasa (17/10/2006).Menurutnya, cara tersebut ampuh untuk mengamankan kompleks. "Mereka akhirnya paham dan tidak mengganggu. Bahkan ikut menjaga," cetusnya.Abdurahman juga mengatakan, pengamanan 25 rumah warganya dipercayakan kepada satpam. "Ada 3 satpam yang bertugas, ditambah patroli dari polisi. Selama ini Lebaran aman-aman saja," ujarnya.Sedangkan penghuni di Perumahan Bank Mandiri, Jalan Gatot Subroto, memilih mempercayakan keamanan rumah mereka kepada satpam dan patroli keliling dari Polsek Tebet."Selama Lebaran sepi pada mudik. Pegamanan diperketat, tiap gang portal selalu tertutup," kata Heri Setyo (32), satpam perumahan tersebut.Menurut Heri, tidak ada penambahan kru saat mengamankan 125 rumah yang ada di lokasi tersebut. Hanya 15 satpam yang beroperasi."Hanya patroli dari Polsek Tebet dan Mampang. Belum ada kemalingan besar, paling kecil-kecilan seperti sandal dan pot yang hilang di depan rumah," ujarnya.
(aan/sss)











































