Komplotan Perampok Bersenpi Dibekuk, 1 Orang Tewas
Selasa, 17 Okt 2006 15:05 WIB
Jakarta - 4 Dari 7 komplotan perampok bersenjata api yang menembak mati nasabah BCA, Misnan Sainun (67), dibekuk. 1 Perampok tewas ditembak karena melawan saat ditangkap.4 Perampok tersebut adalah Yono, Triono, Gondes dan Toat yang ditangkap di tempat terpisah. Sedangkan 3 perampok lain yang masih buron, yakni Dolog, Sabar, dan Wiji.Demikian disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol I Ketut Untung Yoga Ana dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/10/2006).Komplotan ini menembak mati Misnan saat mengambil uang opersional karyawan PT Lahir Baru Tama, sebuah perusahaan ekspedisi, sebesar Rp 30 juta di BCA cabang Jalan Gedong Panjang Bandengan, Tambora, Jakarta Barat pada 10 Oktober.Polisi pertama kali menangkap Yono dan Triono pada 15 Oktober. Dari hasil pemeriksaan, ditangkaplah Gondes pada 15 Oktober sore harinya. Gondes lantas diminta menunjukkan tempat persembunyian Toat.Namun saat hendak ditangkap, Toat melawan petugas dan berusaha kabur. Toat ditembak di bagian dada di kediamannya daerah Bandengan, Jakarta Utara pada Senin 16 Oktober malam hari.Barang bukti yang disita 2 pucuk senpi jenis FN lengkap dengan peluru dan magazinnya serta uang tunai Rp 1,5 juta.Kelompok ini telah melakukan 7 kali perampokan, antara lain di Jalan Angke Indah V RT 13 RW 2 pada 1 September 2006. Mereka menodong Suparman dengan senjata api dan merampas uang berisi Rp 35 juta.Taman Harapan Indah, Jelambar, Jakarta Barat pada 30 Juni 2006 dengan menodong dan merampas uang sebesar Rp 20 juta.Selanjutnya di depan POM Bensin di Jalan Borobudur pada 18 September 2006 dengan menodongkan senpi dan merampas tas milik Into Aji. Tas berisi uang 15 juta, 20 unit HP dan 230 voucher HP.Di Jalan Semeru Raya nomor 73 pada 17 Juli 2006 menembak ibu rumah tangga, Khoe Whe Kwan, dan merampas tas berisi uang Rp 150 juta dan 2 HP. Dalam kesempatan itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Adang Firman mengimbau masyarakat yang membawa uang dalam jumlah besar agar meminta perlindungan kepada polisi."Saya juga meminta masyarakat berani melawan kejahatan ini. Kalau penjahatnya menggunakan motor ditendang saja, paling tidak motornya jatuh atau paling tidak korban mengingat-ingat ciri atau pun kendaraan yang digunakan. Ini akan membantu kepolisian dalam mengungkap kejahatan tersebut," terang Kapolda.
(aan/sss)











































