Kejanggalan Kebakaran Pertamina Versi Alvin Lie
Selasa, 17 Okt 2006 13:02 WIB
Jakarta - Aroma sabotase amat kuat terasa atas kebakaran di gedung pusat Pertamina Senin 16 Oktober kemarin. Polisi pun didesak untuk membentuk tim agar menyelidiki kejadian itu. "Kasus Pertamina itu kan banyak, mulai dari kasus Lawe-lawe, kasus VLCC tanker, dan lain-lain. Yang terbakar itu di ruang direksi. Ini wajib diselidiki," kata anggota Komisi VII DPR Alvin Lie kepada detikcom, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (17/10/2006).Menurut Alvin, harus dicari tahu apakah kebakaran itu murni kelalaian atau kesengajaan yang motifnya menghilangkan dokumen penting. Politisi PAN ini melihat sejumlah kejanggalan insiden itu. Pertama, kebakaran terjadi sekitar pukul 04.00 WIB, padahal jam-jam segitu penggunaan listrik tidak sebesar pada jam-jam kerja sehingga kemungkinan korsleting sangat kecil.Kedua, pengamanan internal di ruangan direksi yang sangat ketat dan berlapis namun tetap terjadi kebakaran. Oleh sebab itu harus diselidiki agar publik tahu penyebab terjadinya kebakaran. Gedung pusat Pertamina dilalap si jago merah Senin kemarin mulai pukul 04.00 WIB. Lantai 19 hingga 21 pun ludes terbakar. Kerugian hingga kini belum bisa dipastikan namun ditaksir mencapai miliaran rupiah.
(san/nrl)











































