Paket dan Wesel Meningkat, Kartu Lebaran Makin Merosot
Selasa, 17 Okt 2006 10:23 WIB
Solo -
Beberapa tahun terakhir, pemberian ucapan selamat Idul Fitri melalui kartu pos semakin ditinggalkan masyarakat. Tahun ini pengiriman kartu lebaran dari Kantor Pos Besar Solo diperkirakan semakin menurun. Hal itu berbeda dengan pengiriman wesel dan paket yang semakin meningkat. Seperti yang terlihat di Kantor Pos Besar Solo pada Selasa (17/10/2006), sejak pagi di loket pengambilan dan pengiriman wesel sudah terjadi antrean sangat panjang. Menurut para petugas, antrean itu sudah mulai terjadi sejak H-10 dan bahkan pelanggan itu harus rela mengantre hingga dua jam. "Penerimaan dan pengiriman wesel pada lebaran tahun ini jauh meningkat dibanding tahun sebelumnya. Perkiraan kami peningkatan antara 30 hingga 50 persen. Sejak H-10 lalu, setiap harinya rata-rata wesel yang harus dibayar mencapai Rp 90 juta hingga Rp 120 juta," ujar Salami, Kepala Kantor Pos Besar Solo. Selain peningkatan pada pengiriman uang melalui wesel, Salami juga mengatakan adanya peningkatan paket pengiriman barang melalui kantornya. Dari H-10 hingga hari ini, kata dia, pihak Kantor Pos Besar Solo lebih banyak menerima paket barang serta benda pos hantaran yang ditujukan ke alamat Solo dan sekitarnya. "Transaksi di kantor kami sejak H-10 hingga hari ini meningkat 200 persen dibanding tahun lalu pada hari yang sama. Pada tahun lalu transaksi berkisar pada Rp 3 miliar hingga Rp 5 miliar, tahun ini antara Rp 7 miliar hingga 12 miliar. Transaksi ini meliputi wesel, paket, pelayanan pembayaran online dan lain-lain," lanjut Salami. Kartu Lebaran Makin Tidak Diminati Kondisi tersebut jauh berbeda dengan pengiriman kartu lebaran. Setiap tahun, jumlah pengiriman kartu tersebut semakin merosot. Tahun ini diperkirakan pengiriman kartu lebaran via pos menurun 20 persen dibanding tahun lalu. Penurunan itu dimungkinan karena semakin gencarnya servis mudah dan murah yang diberikan oleh operator telepon GSM maupun CDMA dalam pengiriman pesan singkat (SMS) untuk memberikan ucapan Idul Fitri kepada keluarga, kerabat dan kenalan. Namun demikian bukan tidak ada alasan kuat bagi warga yang tetap menggunakan jasa pos untuk memberikan ucapan selamat via pos. Aditya, seorang warga Solo, mengatakan pengiriman ucapan via pos selain terhitung murah juga lebih mengesankan komunikasi yang elegan dan sopan terutama ucapan bagi orangtua. "Selain itu biasanya pengiriman ucapan via SMS sering gagal terkirim atau mengalami penundaan cukup lama karena terjadi trafik luar biasa pada operator. Harus beberapa kali pencet untuk bisa terkirim, itu sangat menjengkelkan. Kadang-kadang bahkan laporannya tertulis gagal tapi ternyata terkirim sehingga sering kita mengirim ucapan kepada seseorang lebih dari dua atau tiga kali," paparnya.
(mbr/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































