Indonesia Terpilih Jadi Anggota Tidak Tetap DK PBB
Selasa, 17 Okt 2006 06:25 WIB
New York -
Indonesia akhirnya terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB untuk periode 1 Januari 2007 - 31 Desember 2008, dalam pemilihan yang berlangsung di Majelis Umum PBB di New York.Kepala penerangan utusan tetap Republik Indonesia untuk PBB di New York, Sanga Panggabean mengatakan, Indonesia memperoleh 158 suara dari 192 anggota Majelis Umum, sementara saingan sesama wakil dari Asia, yaitu Nepal, hanya memperoleh 28 suara.Demikian seperti yang dilaporkan koresponden detikcom dari Washington DC Endang Isnaini Saptorini, Selasa (17/10/2006). Indonesia terakhir kali menjadi anggota tidak tetap DK PBB pada masa Menteri Luar Negeri Adam Malik di tahun 1970-an.Jurubicara Departemen Luar Negeri Desra Percaya, mengatakan hasil ini merupakan usaha yang dilakukan Indonesia sejak lama dengan melakukan lobi intensif di kalangan annggota PBB."Dengan masuknya Indonesia, maka akan terdapat keseimbangan karena Indonesia tidak hanya mewakili negara berkembang, tetapi Indonesia juga memiliki suara yang moderat," kata Desra.Dewan Keamanan PBB memiliki 15 kursi. Lima adalah anggota tetap - Amerika Serikat, Rusia, Cina, Inggris dan Perancis - yang memiliki hak veto - dan 10 lainnya adalah anggota tidak tetap, negara-negara yang mendapat masa jabatan dua tahun.5 Negara dipilih setiap tahunnya. Di kelompok Asia, Indonesia bersaing dengan Nepal untuk mendapat kursi di Dewan Keamanan, yang ditinggalkan oleh Jepang. Banyak kalangan memperkirakan kursi akan direbut oleh Indonesia.Untuk kawasan Eropa, 2 kursi anggota tidak tetap DK PBB ini diwakili oleh Belgia dan Italia. Sedangkan 1 kursi dari Afrika diduduki oleh Afrika Selatan.Sementara itu, Venezuela dan Guatemala masih memperebutkan jatah wakil dari Amerika Latin yang ditinggalkan Argentina. Untuk menjadi anggota dewan, negara yang dicalonkan membutuhkan dua pertiga suara mayoritas.
(bal/bal)










































