JK: Kita Perlu Budaya Keras
Senin, 16 Okt 2006 18:45 WIB
Jakarta - Budaya keras tidak selalu berkonotasi negatif dan harus dijauhi. Bahkan, Wapres Jusuf Kalla (JK) menyatakan generasi muda Bangsa Indonesia sangat membutuhkan 'budaya keras'. Tapi budaya kekerasan bagaimana yang dimaksud JK?"Bangsa ini harus punya budaya yang keras. Kita tidak bisa maju dengan budaya yang lembek. Cepat putus asa, sedikit-sedikit protes, belum apa-apa mundur," ujar JK dalam buka puasa bersama siswa Taruna Nusantara di Kantor Wapres, Jakarta, Senin (16/10/2006).Di hadapan seratusan siswa sekolah unggulan tersebut, Wapres memaparkan 'keras' yang dimaksud adalah semangat pantang menyerah, berkompetisi dan disiplin. Ketiganya harus ditanamkan pada generasi muda penerus kepemimpinan bangsa, dan karenanya harus dibudayakan.Sebagai contoh, JK menyebut Jepang dan Jerman yang pada akhir Perang Dunia II luluh lantak menderita kekalahan hebat. Mereka tidak saja kehilangan ribuan personel militernya, fasilitas produksi dan aset ekonomi lainnya, tapi juga harga diri sebagai bangsa. "Tapi ada satu yang tidak hilang, yaitu semangat untuk maju. Maka hanya dalam waktu dua puluh tahun, mereka kembali menjadi negara utama dunia dalam berbagai segi," paparnya.Merujuk kondisi di dalam negeri yang belum pulih benar dari krisis ekonomi enam tahun lalu, Wapres mengajak generasi muda agar meneladani pelajaran dari Jepang dan Jerman. Bekerja keras mencapai tujuan dengan ulet dan disiplin. "Apalah arti krisis ini, bila kita mempunyai modal semangat kebangsaan yang baik?" sambung dia.
(lh/asy)











































