Penembakan di Palu, Gubernur Sulteng Tidak Tambah Pasukan

Penembakan di Palu, Gubernur Sulteng Tidak Tambah Pasukan

- detikNews
Senin, 16 Okt 2006 16:55 WIB
Jakarta - Sulawesi Tengah (Sulteng) mencekam setelah Pendeta Irianto Kongkoli ditembak di Palu. Namun Pemprov Sulteng mengaku tidak memerlukan penambahan pasukan keamanan."Aparat sudah cukup. Saat ini sudah ada 5.000 personel," ujar Gubernur Sulteng HB Paliudju usai rapat dengan Tim Pemantau Kasus Poso DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (16/10/2006).Paliudju juga menegaskan, tidak ada rencana menggelar operasi khusus. Karena masyarakat sudah sanggup menjaga keamanan daerahnya.Dia juga mengemukakan saat ini ada pihak-pihak yang memanfaatkan momentum penembakan ini, seolah-olah ada ketegangan antara Islam dengan Kristen. "Ada keinginan keadaan di Sulteng selalu kacau," duganya.Pascapenarikan Komando Operasi Keamanan (Koopskam) di Poso dan Palu, Sulteng, penanganan keamanan dilakukan oleh aparat pemerintah daerah di bawah koordinasi gubernur.Pejabat Ketua Majelis Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) Pendeta Irianto Kongkoli tewas ditembak di Palu, 16 Oktober 2006 pukul 08.00 Wita. Dia sebelumnya menjabat sebagai sekretaris umum GKST di Tentena. Dia menggantikan Pendeta Damanik yang mengundurkan diri setelah terpidana mati kasus Poso Tibo cs dieksekusi mati. (ahm/sss)


Berita Terkait